Sritex dan Masa Depan Industri Tekstil, Danantara Pertimbangkan Akuisisi atau Pembangunan Pabrik Baru

Avatar photo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Dok. Kreasi Dola AI

Dok. Kreasi Dola AI

HARIANINDONESIA.COM – Apakah rencana pembentukan BUMN tekstil oleh Danantara dapat menjadi jalan keluar bagi pabrik yang menghadapi kesulitan bisnis sekaligus menjaga keberlangsungan pekerjaan ribuan tenaga kerja?

Mengapa Danantara mempertimbangkan pengambilalihan korporasi tekstil yang sudah beroperasi, dan bagaimana pembenahan model bisnis dapat menentukan keberhasilan penyelamatan fasilitas produksi tersebut?

Bagaimana pemerintah memastikan investasi untuk menyelamatkan industri tekstil tidak berhenti pada pengambilalihan aset, tetapi mampu menciptakan operasional yang sehat dan berkelanjutan?

Danantara membuka peluang mengakuisisi korporasi tekstil yang menghadapi kesulitan usaha sebagai bagian dari rencana pembentukan BUMN tekstil.

Terutama apabila penghentian operasional berpotensi menyebabkan pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyebut pengambilalihan pabrik eksisting sebagai salah satu alternatif investasi yang sedang dikaji bersama opsi pembangunan fasilitas baru.

“Itu sebetulnya salah satu opsi bukan bergabung,” kata Dony seusai agenda Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Akuisisi Pabrik Tekstil Dipertimbangkan untuk Mencegah Hilangnya Lapangan Kerja

Danantara mempertimbangkan kondisi korporasi yang sudah beroperasi sebelum menentukan skema investasi, terutama apabila penutupan pabrik berpotensi menghilangkan banyak pekerjaan.

Dony menjelaskan, pengambilalihan dapat menjadi salah satu langkah untuk mempertahankan kegiatan industri, tetapi pelaksanaannya perlu disertai pembenahan model bisnis.

“Tapi kita perbaiki bisnis modelnya dengan benar dan dengan lebih rapi,” ujar Dony.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelamatan pabrik tidak semata-mata berkaitan dengan perubahan kepemilikan, melainkan juga kemampuan memperbaiki pengelolaan usaha dan keberlanjutan operasionalnya.

Danantara Belum Memastikan Pengambilalihan Sritex

Nama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex turut menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai kemungkinan pengambilalihan aset industri tekstil yang menghadapi persoalan usaha.

Namun, Dony belum memastikan bahwa Sritex akan diakuisisi Danantara karena evaluasi terhadap pilihan investasi masih berlangsung.

Dengan demikian, kemungkinan pengambilalihan Sritex belum dapat diperlakukan sebagai keputusan final maupun kepastian bahwa seluruh kegiatan produksi dan pekerjaan akan kembali berjalan.

Pembangunan Pabrik Baru Menjadi Alternatif Selain Menyelamatkan Korporasi Eksisting

Selain akuisisi, Danantara masih mengkaji pembangunan fasilitas produksi baru dari awal untuk memperkuat kapasitas industri tekstil nasional.

CEO Danantara Rosan Roeslani sebelumnya menyampaikan bahwa korporasi tekstil baru yang direncanakan pemerintah dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan pelaku industri yang telah beroperasi.

“Kita terbuka gitu,” kata Rosan saat menjelaskan peluang pengembangan korporasi tekstil eksisting, Selasa (22/9/2026).

Rosan juga menekankan pentingnya mempertimbangkan penciptaan lapangan kerja dan tingkat pengembalian investasi dalam menentukan kelayakan pengembangan industri.

Penutup: Nasib pabrik tekstil yang berpotensi diambil alih masih bergantung pada hasil evaluasi, kebutuhan investasi, dan keberhasilan pembenahan bisnis, bukan sekadar keputusan akuisisi.****

Berita Terkait

Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026
Cancel Culture dan RANS Carnival, Bagaimana Tekanan Media Sosial Mengubah Keputusan Musisi untuk Mundur?
Manipulasi Saham DSSA dan 9 Sekuritas, Anthony Budiawan Minta OJK Ungkap Fakta dan Perjelas Proses Hukum
Tuntas Digelar, DTIIF 2026 Hasilkan Kemitraan Strategis untuk Industri Nasional
Peluang Investasi Saham di Tengah Tekanan IHSG, 5 Strategi yang Perlu Dicermati Investor Sebelum Bertransaksi
Wilmar International dan Laba 2025, Mengapa Pemeriksaan Kabut Asap Singapura Menarik Perhatian Investor?
Ekspor Nikel Indonesia Mendekati 26 Miliar Dolar AS hingga Agustus 2026, Bagaimana Prospek Target Akhir Tahun?
MIND ID Kembangkan Industri Mineral Terintegrasi, Apa Peluang Kerja Sama dengan Investor Tiongkok?

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:52 WIB

Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026

Selasa, 3 November 2026 - 19:28 WIB

Cancel Culture dan RANS Carnival, Bagaimana Tekanan Media Sosial Mengubah Keputusan Musisi untuk Mundur?

Senin, 2 November 2026 - 15:01 WIB

Manipulasi Saham DSSA dan 9 Sekuritas, Anthony Budiawan Minta OJK Ungkap Fakta dan Perjelas Proses Hukum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Tuntas Digelar, DTIIF 2026 Hasilkan Kemitraan Strategis untuk Industri Nasional

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Peluang Investasi Saham di Tengah Tekanan IHSG, 5 Strategi yang Perlu Dicermati Investor Sebelum Bertransaksi

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp