Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman mengajak para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan sebagai bekal membangun Indonesia. Ia menegaskan beasiswa LPDP bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan amanah rakyat yang harus dibalas dengan kontribusi nyata bagi bangsa.
“LPDP itu bukan hadiah, bukan giveaway. Ini adalah amanah. Amanah dari seluruh rakyat Indonesia. Dan orang yang diberi amanah itu wajarnya berterima kasih dengan cara menjadi patriot, orang yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegas Wamenkeu dalam kegiatan Persiapan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan 286 di Asrama Haji Jakarta pada Rabu (4/11).
Menurutnya, dana beasiswa LPDP bersumber dari APBN yang dihimpun dari seluruh masyarakat, termasuk para pekerja dan pelaku usaha kecil. Karena itu, para penerima beasiswa perlu memiliki kesadaran untuk kembali dan mengabdikan ilmu yang diperoleh bagi kemajuan Indonesia.
“Pergilah, terbanglah, tapi pulang. Jangan lupa jalan pulang dan jadilah bermanfaat,” pesannya.
Wamenkeu menekankan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu mengoptimalkan kekayaan dan potensi strategis nasional menjadi kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, para awardee LPDP diharapkan mengembangkan kompetensi di bidang masing-masing, mulai dari teknik, sains, data dan kecerdasan buatan, hingga bisnis, ekonomi, dan keuangan. Ilmu yang diperoleh selama studi perlu diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan dan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan di Indonesia.
Selain kompetensi, Wamenkeu mengingatkan pentingnya integritas, kepedulian, jiwa patriotisme, dan kemampuan berkolaborasi. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tapi yang dibutuhkan adalah orang pintar yang integritas, punya kepedulian, dan tadi ya, patriot,” ujarnya.
Ia juga mendorong para penerima beasiswa untuk membangun jejaring dan kolaborasi selama menempuh pendidikan di luar negeri, tanpa kehilangan orientasi untuk berkontribusi bagi Indonesia. Wamenkeu mengingatkan agar teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis dan integritas akademik.
“Di luar negeri sana Anda itu adalah wakil negara membawa Merah Putih. Merah itu berani mencari ilmu, mencari network, mencari pengetahuan, mencari kontribusi. Buka wawasan seluas mungkin. Tapi ada juga Putihnya. Sebagai akademisi, Anda harus berintegritas dan yang paling penting kecintaan kepada Tanah Air,” kata Wamenkeu.
Melalui kesempatan tersebut, Wamenkeu mengajak para awardee LPDP memegang tiga prinsip penting, yakni “niat, giat, dan manfaat”: memiliki niat yang kuat, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta memastikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh membawa manfaat bagi bangsa dan negara. (dep/al)
- OJK Dalami Kondisi MNC Bank BABP Usai Nasabah Keluhkan Transaksi Digital dan Kesulitan Tarik Tunai
- Kssk Perkuat Koordinasi Dan Sinergi Kebijakan Untuk Menjaga Fundamental Ekonomi Dan Ketahanan Sistem Keuangan Nasional
- Bersama KSSK, Menkeu Jelaskan Stabilitas Ekonomi Indonesia yang Terjaga di Tengah Tekanan Global
Sumber: kemenkeu.go.id












