KNEKS Perkuat Kolaborasi Industri Halal Global melalui Program Barakah 2026

Avatar photo

Rabu, 4 November 2026 - 13:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendukung penguatan kerja sama ekonomi dan keuangan syariah antarnegara anggota Developing Eight (D-8) melalui penyelenggaraan Program Building Alliance for Resilient and Advanced Knowledge in the Halal Economy (BARAKAH) Tahun 2026. Program yang diinisiasi oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini berlangsung pada 2–10 November 2026 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, sebagai upaya memperkuat industri halal global dengan mendorong keterhubungan rantai pasok halal dan kerja sama investasi, serta meningkatkan kemitraan perdagangan di antara negara-negara anggota.

Program BARAKAH 2026 merupakan salah satu tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Mesir 2024 sekaligus menjadi program prioritas Keketuaan Indonesia di D-8. Pelaksanaannya melibatkan KNEKS bersama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI), Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan IPB University. Pada pelaksanaan perdana ini, BARAKAH diikuti oleh 20 peserta dari Bangladesh, Nigeria, dan Turkiye yang  terdiri atas pejabat pemerintah, peneliti, dan profesional.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Arief Wibisono, menyampaikan bahwa BARAKAH menjadi wadah strategis untuk mendorong pertukaran pengalaman dan keunggulan dalam ekosistem halal, baik di bidang produksi, manufaktur, sertifikasi, logistik, keuangan, teknologi, maupun akses pasar. Melalui program ini, para peserta diberikan kesempatan untuk menghubungkan keunggulan-keunggulan tersebut dan mewujudkannya ke dalam kerja sama konkret antarnegara.

“Program ini dirancang sebagai wadah untuk pertukaran pengetahuan, membangun jejaring antar lembaga, serta mengembangkan inisiatif praktis yang dapat ditindaklanjuti oleh para peserta setelah kembali ke negara masing-masing,” ungkap Arief.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidhiyasa, menegaskan bahwa penguatan sinergi antarnegara anggota D-8 menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing produk halal di pasar internasional. 

“Sinergi yang erat antara negara Anggota D-8 melalui program ini menjadi fondasi penting agar produk halal nasional tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga berdaya saing global,” jelas Putu.

Dalam pelaksanaannya, BARAKAH terdiri atas tiga kegiatan utama, yaitu pelatihan di dalam kelas, kunjungan ke perusahaan halal, serta lokakarya penyusunan rencana aksi pengembangan ekonomi halal di negara asal peserta. Materi yang dibahas di dalam kelas diperkuat dengan pengalaman langsung melihat perusahaan tersertifikasi halal di sektor logistik, kosmetik, farmasi, dan rumah pemotongan hewan.

“Program ini menjadi platform belajar, berbagi pengalaman serta memetakan potensi sinergi-kolaborasi pengembangan ekonomi halal antara Indonesia, Bangladesh, Nigeria dan Turkiye,” ujar  Deputi Direktur Kemitraan dan Akselerasi Usaha Syariah KNEKS Achmad Iqbal.

Di sela-sela BARAKAH, KNEKS dan National Halal Economy Strategy Implementation Committe Secretariat (NHESICS) Nigeria melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman kerja sama pengembangan ekonomi syariah di kedua negara. KNEKS optimis bahwa perluasan cakupan dan peningkatan efektivitas program BARAKAH akan menghasilkan dampak berganda (multiplier effect) bagi akselerasi ekonomi halal di tanah air. Penguatan ekosistem ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan volume perdagangan komoditas halal antarnegara anggota D-8, tetapi juga untuk mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas. (KNEKS/dj/al)


Sumber: kemenkeu.go.id

Berita Terkait

Hadapi Dinamika Pasar Modal dan Rupiah, Wamenko Dradjad Tekankan Pentingnya Mencermati Fundamental Ekonomi
OJK Dalami Kondisi MNC Bank BABP Usai Nasabah Keluhkan Transaksi Digital dan Kesulitan Tarik Tunai
Kssk Perkuat Koordinasi Dan Sinergi Kebijakan Untuk Menjaga Fundamental Ekonomi Dan Ketahanan Sistem Keuangan Nasional
Bersama KSSK, Menkeu Jelaskan Stabilitas Ekonomi Indonesia yang Terjaga di Tengah Tekanan Global
Jaga Kepercayaan di Tengah Dinamika Pasar Modal, Wamenko Dradjad Ajak Investor Utamakan Data dan Analisis
Kadin Laporkan 39 Proyek Investasi kepada Prabowo, Ini Peta Industri Energi, Otomotif, dan Infrastruktur Indonesia
Strategi Menarik Investor Tiongkok ke Energi Terbarukan, dari Insentif Fiskal hingga Kemitraan dengan Korporasi Lokal
Danantara Diminta Tidak Terpengaruh Lobi Ekspor Listrik, Bahlil Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Prioritas

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:14 WIB

KNEKS Perkuat Kolaborasi Industri Halal Global melalui Program Barakah 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:08 WIB

Hadapi Dinamika Pasar Modal dan Rupiah, Wamenko Dradjad Tekankan Pentingnya Mencermati Fundamental Ekonomi

Selasa, 3 November 2026 - 22:10 WIB

OJK Dalami Kondisi MNC Bank BABP Usai Nasabah Keluhkan Transaksi Digital dan Kesulitan Tarik Tunai

Selasa, 3 November 2026 - 19:00 WIB

Kssk Perkuat Koordinasi Dan Sinergi Kebijakan Untuk Menjaga Fundamental Ekonomi Dan Ketahanan Sistem Keuangan Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 18:50 WIB

Bersama KSSK, Menkeu Jelaskan Stabilitas Ekonomi Indonesia yang Terjaga di Tengah Tekanan Global

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp