Swasembada Pangan Jadi Program Paling Dipuji Netizen, INDEF Catat 73,4 Persen Sentimen Positif

Avatar photo

Rabu, 4 November 2026 - 09:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Jakarta, — Program swasembada pangan menjadi salah satu kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang paling mendapat apresiasi masyarakat. Berdasarkan analisis big data media sosial yang dilakukan Continuum INDEF, swasembada pangan mencatat sentimen positif sebesar 73,4 persen, tertinggi dibandingkan tujuh program utama pemerintah lainnya.

Temuan tersebut tertuang dalam kajian 2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo di Mata Netizen yang dipaparkan dalam Diskusi Publik INDEF di Jakarta, 20 Oktober 2026. Dari delapan program utama yang dianalisis, swasembada pangan menempati posisi teratas dalam proporsi sentimen positif, mengungguli Cek Kesehatan Gratis sebesar 67,8 persen dan Sekolah Rakyat sebesar 54,9 persen.

Apresiasi masyarakat terhadap program swasembada pangan juga tercermin dari 58 ribu perbincangan di media sosial sepanjang 1 Januari hingga 30 September 2026. Dalam analisis tersebut, netizen memberikan dukungan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, termasuk melalui ungkapan terima kasih atas kerja nyata pemerintah, apresiasi terhadap stok pangan nasional yang dinilai aman, serta sorotan positif terhadap ketersediaan beras Bulog dan keterlibatan TNI/Polri dalam menjaga ketahanan pangan.

Temuan ini memperlihatkan bahwa swasembada pangan bukan hanya menjadi agenda strategis pemerintah, tetapi juga program yang memperoleh pengakuan publik karena manfaatnya dinilai langsung berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Di tengah berbagai perbincangan kritis terhadap program pemerintah lainnya, swasembada pangan justru konsisten memperoleh apresiasi positif.

Capaian persepsi publik tersebut sejalan dengan perkembangan produksi pangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi Indonesia pada Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Luas panen juga mencapai 8,32 juta hektare atau tumbuh 0,11 persen. Sementara produksi beras untuk konsumsi masyarakat mencapai 25,29 juta ton, naik 0,07 persen dibandingkan Januari-Agustus 2025.

Angka tersebut telah berstatus angka tetap karena penghitungan luas panen dan produktivitas pada periode tersebut telah menggunakan data final. Capaian ini menjadi penting karena sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi El Nino. Kementan terus memperkuat mitigasi melalui optimalisasi pompanisasi, pengelolaan sumber daya air, serta dukungan sarana produksi untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan petani menghadapi tantangan produksi sendirian. Berbagai langkah konkret terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan air dan menjaga produktivitas lahan pertanian.

“Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” tegas Mentan Amran.

Kementan juga terus mendorong penguatan sektor pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produksi, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, penguatan penyerapan hasil panen, hingga pengamanan stok pangan nasional.

Apresiasi masyarakat sebagaimana tergambar dalam kajian INDEF menjadi salah satu gambaran respons publik terhadap kebijakan pangan pemerintah. Namun, upaya menjaga swasembada pangan tetap membutuhkan kerja berkelanjutan, terutama untuk memastikan produksi terjaga, distribusi berjalan baik, dan ketersediaan pangan dapat dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia.


Sumber: pertanian.go.id

Berita Terkait

Wamentan Alim Percepat Pengembangan Kedelai, Dimulai dari Grobogan
Kagumi Capaian Pertanian Indonesia, Mentan Tiongkok Sepakati Penguatan Kerja Sama dengan Mentan Amran
Wamentan Saleh: Peran Pemuda Jadi Kunci Kedaulatan Pangan Nasional
Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP Cetak Rekor 132,60 di Dua Tahun Prabowo-Gibran
33 Negara Siapkan Stok Darurat, Mentan Amran: Indonesia Bersyukur, Pangan Aman di Tengah Gejolak Dunia
Mentan Amran Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kecurangan Beras untuk Lindungi Konsumen
Wamentan Alim Siapkan Skema Dua Jalur untuk Dongkrak Produksi Bawang Putih
Beras Subsidi untuk Rakyat Diselewengkan, Mentan Amran Bongkar Modusnya

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Wamentan Alim Percepat Pengembangan Kedelai, Dimulai dari Grobogan

Rabu, 4 November 2026 - 09:59 WIB

Kagumi Capaian Pertanian Indonesia, Mentan Tiongkok Sepakati Penguatan Kerja Sama dengan Mentan Amran

Rabu, 4 November 2026 - 09:58 WIB

Wamentan Saleh: Peran Pemuda Jadi Kunci Kedaulatan Pangan Nasional

Rabu, 4 November 2026 - 09:54 WIB

Swasembada Pangan Jadi Program Paling Dipuji Netizen, INDEF Catat 73,4 Persen Sentimen Positif

Rabu, 4 November 2026 - 09:53 WIB

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP Cetak Rekor 132,60 di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp