Bambang Haryo Dorong Pemerintah Ambil Peran Lebih Besar Dukung Kawasan Industri

Avatar photo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Kapoksi Gerindra Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperkuat perannya dalam menjamin keamanan, menyediakan infrastruktur di luar kawasan, serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bagi kawasan industri. Menurutnya, dukungan negara diperlukan agar pelaku industri dan investor dapat lebih fokus menjalankan kegiatan produksi tanpa terbebani berbagai persoalan di luar operasional perusahaan.

Bambang menilai tanggung jawab terhadap keamanan dan infrastruktur di luar kawasan industri semestinya tidak dibebankan kepada pengusaha. Terlebih, kawasan industri memiliki posisi strategis yang membutuhkan dukungan langsung dari pemerintah dan aparat terkait.

“Begitu keluar dari kawasan industri, infrastruktur maupun keamanan sebenarnya bukan tanggung jawab pengusaha. Kawasan industri ini berstatus objek vital yang harus diamankan oleh kepolisian dengan koordinasi dari Kementerian Perindustrian. Negara harus hadir menyelesaikan masalah ini,” papar Bambang dalam Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI di Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat, Senin (5/10/2026).

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga menyoroti persoalan penyediaan tenaga kerja di kawasan industri. Ia membandingkan mekanisme tersebut dengan praktik di sejumlah negara maju, di mana pemerintah melalui kementerian terkait memiliki peran lebih besar dalam menyiapkan dan menyalurkan tenaga kerja yang telah memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Menurut Bambang, pola tersebut dapat membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang siap pakai dan memiliki standar kemampuan yang jelas. Di sisi lain, sistem yang lebih terorganisasi juga dinilai dapat mengurangi persoalan maupun potensi konflik dalam proses rekrutmen tenaga kerja di lapangan.

Selain persoalan keamanan dan SDM, Bambang menyoroti besarnya potensi Indonesia sebagai jalur strategis logistik maritim dunia yang menurutnya belum dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebut sekitar 80 persen pelayaran dunia, atau setara dengan pergerakan 100 juta kontainer, melintasi perairan Indonesia, terutama melalui Selat Malaka.

Namun, ia menilai keunggulan geografis tersebut belum sepenuhnya mampu meningkatkan daya saing investasi karena masih terdapat hambatan dalam proses birokrasi dan perizinan.

“Saya pernah menyampaikan kepada pengusaha luar negeri bahwa perizinan di Indonesia bisa selesai tiga jam. Mereka justru menilai praktiknya bisa bertahun-tahun, sementara di negara mereka hanya butuh satu jam. Ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh lagi terjadi di kawasan industri kita,” urai Legislator Daerah Pemilihan Jawa Timur I tersebut.

Bambang karena itu meminta Kementerian Perindustrian benar-benar menjalankan perannya sebagai sektor penentu atau leading sector dalam pengembangan kawasan industri. Koordinasi antarkementerian dan lembaga dinilai perlu diperkuat agar persoalan regulasi maupun kewenangan yang tumpang tindih tidak menghambat aktivitas investasi dan industri.

Menurutnya, apabila ditemukan regulasi yang saling berbenturan atau kewenangan yang tidak sinkron antarlembaga, kementerian koordinator terkait harus segera mengambil peran untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Bambang juga menyinggung kebijakan pengupahan, khususnya terkait wacana penyesuaian Upah Minimum Regional (UMR). Ia mengingatkan pemerintah agar mampu merumuskan kebijakan yang seimbang antara kepentingan pekerja dan kemampuan dunia usaha.

Ia berharap kebijakan pengupahan dapat disusun secara terukur sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja lokal, tetapi pada saat bersamaan tetap menjaga daya saing industri dan mencegah perusahaan memilih merelokasi pabrik ke negara lain.


Sumber: fraksigerindra.id

Berita Terkait

Gerindra Desak Bareskrim Usut Dalang Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Habiburokhman Terima DIM RUU Perampasan Aset dari Pemerintah, Soroti Pengaturan Pidana Mati bagi Koruptor
DPD RI Goes to School: Ning Lia Istifhama, Mengajak Pelajar Melek Konstitusi, Cerdas Digital, dan Berani Menyuarakan Aspirasi Daerah
Sekjen Partai Gerindra : Kedepankan Penegakan Hukum, Jaga Soliditas Institusi, dan Perkuat Komitmen Pembangunan Nasional
Dugaan Penyadapan Presiden Bentuk Insubordinasi, Gerindra Siapkan Konsolidasi Internal
Longki Djanggola Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Moutong
Bimantoro Wiyono Percaya Polri Profesional Tangani Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Annisa Mahesa Soroti Perlindungan Konsumen di Tengah Maraknya Penipuan Digital

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:29 WIB

Gerindra Desak Bareskrim Usut Dalang Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 12:13 WIB

Habiburokhman Terima DIM RUU Perampasan Aset dari Pemerintah, Soroti Pengaturan Pidana Mati bagi Koruptor

Kamis, 5 November 2026 - 20:24 WIB

DPD RI Goes to School: Ning Lia Istifhama, Mengajak Pelajar Melek Konstitusi, Cerdas Digital, dan Berani Menyuarakan Aspirasi Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 14:25 WIB

Sekjen Partai Gerindra : Kedepankan Penegakan Hukum, Jaga Soliditas Institusi, dan Perkuat Komitmen Pembangunan Nasional

Rabu, 4 November 2026 - 21:52 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Bentuk Insubordinasi, Gerindra Siapkan Konsolidasi Internal

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp