Danantara Simpan Rp119 Triliun di Deposito, Mengapa Bank Himbara Menjadi Tujuan Utama Penempatan Dana?

Avatar photo

Rabu, 4 November 2026 - 21:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

PT Danantara Investment Management (DIM) menempatkan Rp55,56 triliun dalam deposito Bank Mandiri. Nilai tersebut menjadi penempatan terbesar dibandingkan bank lain yang tercantum dalam laporan keuangan.

PT Danantara Investment Management (DIM) menempatkan Rp55,56 triliun dalam deposito Bank Mandiri. Nilai tersebut menjadi penempatan terbesar dibandingkan bank lain yang tercantum dalam laporan keuangan.

HARIANINDONESIARAYA.COM – Seberapa besar dana investasi Danantara yang benar-benar sudah dialokasikan ke berbagai sektor usaha?

Mengapa hampir 88 persen aset Danantara Investment Management (DIM) masih berbentuk kas dan setara kas?

Ke mana saja dana ratusan triliun rupiah tersebut ditempatkan dan bagaimana rencana pengembangannya?

PT Danantara Investment Management (DIM) mencatat total aset Rp140,02 triliun hingga 30 April 2026, tetapi sekitar Rp123 triliun atau 88 persen di antaranya masih berupa kas dan setara kas yang mayoritas ditempatkan dalam deposito bank.

Data laporan keuangan interim auditan yang dikutip Selasa, (03/11/2026), memperlihatkan bahwa deposito berjangka mencapai sekitar Rp119 triliun.

Sementara itu, nilai investasi DIM pada instrumen surat berharga dan subholding tercatat Rp16,63 triliun, memperlihatkan perbedaan besar antara dana yang masih tersimpan di perbankan dan modal yang mulai dialokasikan ke investasi.

Deposito Bank Himbara Mendominasi Penempatan Kas Danantara

Bank Mandiri menjadi penerima penempatan deposito terbesar dengan nilai Rp55,56 triliun.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masing-masing menampung Rp18 triliun, sedangkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menerima Rp17,1 triliun.

Adapun PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) memperoleh deposito Rp6 triliun, ditambah penempatan dalam denominasi Dolar AS dengan nilai setara sekitar Rp5 triliun.

Besarnya penempatan tersebut menunjukkan bahwa bank-bank Himbara menjadi bagian penting dalam pengelolaan likuiditas DIM.

Investasi Danantara Mulai Masuk Obligasi dan Sejumlah Subholding

Di luar deposito, DIM telah menempatkan Rp12,30 triliun pada obligasi dan Rp4,81 triliun pada investasi subholding selama Januari-April 2026.

Danantara Investment Holding (HK) IV Limited memperoleh investasi Rp2,13 triliun, Danantara NB Multi Strategy Ltd Rp1,17 triliun, dan PT Danantara Mitra Kapital Rp1,31 triliun.

Danantara Investment Holding (HK) IV Limited memiliki fokus lintas sektor dengan portofolio kredit 147,76 juta Dolar AS.

Sementara Danantara NB Multi Strategy Ltd diarahkan untuk berpartisipasi dalam sejumlah fund, sedangkan PT Danantara Mitra Kapital berfokus pada akuisisi aset real estate di Amerika Serikat.

Pendapatan Bunga Menopang Kinerja Keuangan DIM

Dominasi deposito turut tercermin dalam struktur pendapatan DIM yang mencapai Rp1,09 triliun selama empat bulan pertama 2026.

Seluruh pendapatan tersebut berasal dari bunga, sedangkan beban operasional tercatat Rp330,55 miliar dan beban keuangan sekitar Rp1 triliun.

DIM membukukan laba Rp705,73 miliar, ditambah keuntungan selisih kurs Rp306,02 miliar dan amortisasi keuntungan tangguhan terkait Patriot Bonds Rp644,23 miliar.

Pengelolaan Likuiditas dan Ekspansi Investasi Menjadi Perhatian

Besarnya porsi kas memperlihatkan bahwa pengelolaan likuiditas masih menjadi karakter utama neraca DIM hingga April 2026.

Di sisi lain, peningkatan investasi pada obligasi dan subholding menunjukkan bahwa DIM mulai memperluas penempatan modal di luar perbankan.

Perkembangan berikutnya akan menentukan seberapa jauh dana yang dikelola Danantara dapat dialihkan ke berbagai instrumen investasi produktif tanpa mengabaikan kebutuhan likuiditas.****

Berita Terkait

Profil Satrijanto Tirtawisata, Komisaris PANR yang Diminta OJK Kembalikan Keuntungan Tak Sah Rp5,07 Miliar
Indeks Reformasi Birokrasi Capai 89,81, Kemenko Perekonomian Perkuat Komitmen Reformasi Birokrasi yang Semakin Berdampak
Beasiswa LPDP Adalah Amanah Rakyat, Wamenkeu Nurkholisoh Ajak Awardee Berkontribusi untuk Indonesia
Wamenkeu Juda Agung Buka Forum Asset Strategist DJKN 2026 dan Luncurkan Aplikasi EMAS
KNEKS Perkuat Kolaborasi Industri Halal Global melalui Program Barakah 2026
Hadapi Dinamika Pasar Modal dan Rupiah, Wamenko Dradjad Tekankan Pentingnya Mencermati Fundamental Ekonomi
OJK Dalami Kondisi MNC Bank BABP Usai Nasabah Keluhkan Transaksi Digital dan Kesulitan Tarik Tunai
Kssk Perkuat Koordinasi Dan Sinergi Kebijakan Untuk Menjaga Fundamental Ekonomi Dan Ketahanan Sistem Keuangan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:31 WIB

Danantara Simpan Rp119 Triliun di Deposito, Mengapa Bank Himbara Menjadi Tujuan Utama Penempatan Dana?

Rabu, 4 November 2026 - 20:29 WIB

Profil Satrijanto Tirtawisata, Komisaris PANR yang Diminta OJK Kembalikan Keuntungan Tak Sah Rp5,07 Miliar

Rabu, 4 November 2026 - 20:17 WIB

Indeks Reformasi Birokrasi Capai 89,81, Kemenko Perekonomian Perkuat Komitmen Reformasi Birokrasi yang Semakin Berdampak

Rabu, 4 November 2026 - 15:59 WIB

Wamenkeu Juda Agung Buka Forum Asset Strategist DJKN 2026 dan Luncurkan Aplikasi EMAS

Rabu, 4 November 2026 - 13:14 WIB

KNEKS Perkuat Kolaborasi Industri Halal Global melalui Program Barakah 2026

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp