Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Nama Mantan Kapolri Listyo Sigit Muncul dalam Penyidikan Bareskrim Polri

Avatar photo

Selasa, 3 November 2026 - 23:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi sorotan setelah muncul inisial LSP dalam pemberitaan penetapan tiga tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal yang disebut menyasar Presiden Prabowo Subianto.

Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi sorotan setelah muncul inisial LSP dalam pemberitaan penetapan tiga tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal yang disebut menyasar Presiden Prabowo Subianto.

HARIANINDONESIARAYA.COM – Mengapa nama mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo muncul dalam perkara dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting di Indonesia?

Bagaimana Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyadapan terhadap pejabat negara, dan apa peran tiga tersangka yang ditetapkan dalam perkara yang menjadi sorotan publik ini?

Apa saja fakta yang telah disampaikan kepolisian mengenai proses penyidikan, barang bukti, dan dugaan penghapusan data hasil penyadapan yang disebut terjadi pada Oktober 2026?

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Sejumlah Pejabat Negara

Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan ilegal, akses ilegal, dan penghapusan data elektronik, dengan salah satunya berinisial LSP yang diduga merujuk pada Listyo Sigit Prabowo.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin menjelaskan penetapan tersangka tersebut merupakan hasil serangkaian penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan kepolisian.

“Selama periode tahun 2025 hingga 2026, para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa prosedur sebagaimana diatur dalam tata cara penyadapan Polri di Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010,” kata Asep dalam keterangannya, Selasa, (3/11/2026).

Dugaan Penyadapan Menyasar Presiden Prabowo dan Berbagai Kalangan

Menurut keterangan, dugaan penyadapan menyasar nomor telepon pejabat negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto, tokoh politik, tokoh masyarakat, media, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, hingga pengusaha.

Penyidik menduga sejumlah nomor telepon dimasukkan ke dalam server management system tanpa melalui proses verifikasi dan tidak berkaitan dengan kepentingan penegakan hukum.

Perkara tersebut juga mencakup dugaan penghapusan file hasil penyadapan yang tersimpan dalam komputer sistem LIMS sekitar Oktober 2026.

Penyidikan Mengungkap Barang Bukti dan Dugaan Penghapusan Data Elektronik

Bareskrim disebut telah memeriksa 10 saksi dan tiga saksi ahli serta menyita 11 telepon genggam, satu iPad, dan empat flashdisk sebagai barang bukti.

Kasus tersebut dilaporkan kepada kepolisian pada 30 Oktober 2026 oleh petugas yang mengetahui dugaan pelanggaran tersebut.

Asep mengatakan, “Ini baru awal dari proses penyidikan kami. Tentunya kami dan jajaran penyidik akan melaksanakan kegiatan-kegiatan penyidikan tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel.”

Status Hukum Listyo Sigit dan Dua Tersangka Lainnya Menjadi Perhatian

Selain LSP, dua inisial lain yang disebut dalam laporan tersebut adalah ASN dan EH, sedangkan satu orang berinisial SU masih diperiksa sebagai saksi.

Ketiga tersangka dilaporkan telah ditahan di Rumah Tahanan Mabes Polri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Perkara ini menjadi sorotan karena menyangkut dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh publik.

Sementara proses penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap keseluruhan peristiwa.****

Berita Terkait

Presiden Prabowo Sudah Terima Laporan Penyadapan, Pemerintah Sebut Kasus Ini Ancaman Keamanan Negara
Wamentan Alim Percepat Pengembangan Kedelai, Dimulai dari Grobogan
Kagumi Capaian Pertanian Indonesia, Mentan Tiongkok Sepakati Penguatan Kerja Sama dengan Mentan Amran
Wamentan Saleh: Peran Pemuda Jadi Kunci Kedaulatan Pangan Nasional
Swasembada Pangan Jadi Program Paling Dipuji Netizen, INDEF Catat 73,4 Persen Sentimen Positif
Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP Cetak Rekor 132,60 di Dua Tahun Prabowo-Gibran
33 Negara Siapkan Stok Darurat, Mentan Amran: Indonesia Bersyukur, Pangan Aman di Tengah Gejolak Dunia
Mentan Amran Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kecurangan Beras untuk Lindungi Konsumen

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:39 WIB

Presiden Prabowo Sudah Terima Laporan Penyadapan, Pemerintah Sebut Kasus Ini Ancaman Keamanan Negara

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Wamentan Alim Percepat Pengembangan Kedelai, Dimulai dari Grobogan

Rabu, 4 November 2026 - 09:59 WIB

Kagumi Capaian Pertanian Indonesia, Mentan Tiongkok Sepakati Penguatan Kerja Sama dengan Mentan Amran

Rabu, 4 November 2026 - 09:58 WIB

Wamentan Saleh: Peran Pemuda Jadi Kunci Kedaulatan Pangan Nasional

Rabu, 4 November 2026 - 09:54 WIB

Swasembada Pangan Jadi Program Paling Dipuji Netizen, INDEF Catat 73,4 Persen Sentimen Positif

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp