Mentan Amran Perkuat Pengawasan Tata Niaga Ayam dan Telur dari Hulu ke Hilir

Avatar photo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Gunung Kidul, Yogyakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menelusuri rantai pasok ayam dan telur dari hulu hingga hilir menyusul anomali harga yang merugikan peternak sekaligus membebani konsumen. Mentan Amran menegaskan pemerintah menyiapkan pemeriksaan bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk mengidentifikasi penyebab kesenjangan harga dan menindaklanjuti dugaan praktik perdagangan yang tidak sehat.

Langkah tersebut dilakukan Mentan Amran saat meninjau breeding farm PT Widodo Makmur Unggas di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (15/10). Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memahami kondisi industri perunggasan secara menyeluruh, mulai dari pembibitan hingga distribusi produk ke konsumen.

“Di peternak itu (harga ayam) Rp20.000–Rp21.000 per kilogram, tetapi di ujung harga ayamnya bisa Rp45.000 per kilogram. Telur juga demikian. Artinya, ada persoalan dalam rantai pasok yang harus kita cek dari hulu ke hilir,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan, pemerintah tidak ingin peternak terus menanggung kerugian ketika masyarakat masih menghadapi harga pangan yang tinggi. Karena itu, penelusuran akan dilanjutkan melalui pemeriksaan rantai perdagangan untuk memastikan penyebab kesenjangan harga sekaligus memperkuat pengawasan terhadap praktik yang merugikan kedua belah pihak.

“Tidak boleh permainkan konsumen dengan produsen. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita harus bela rakyat kita, peternak dan konsumen,” tegasnya.

Selain pengawasan tata niaga, pemerintah memperkuat langkah dari sisi penyerapan dan biaya produksi. Mentan Amran meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap telur dari peternak dengan mengacu pada harga Rp26.500 per kilogram. Pemerintah juga mendorong percepatan penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyediaan pakan melalui ID FOOD untuk membantu peternak memperoleh bahan baku dengan harga lebih terjangkau.

Mentan Amran menambahkan, perlindungan terhadap peternak perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. Keseimbangan tersebut penting karena ayam dan telur merupakan sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat, sehingga stabilitas pasokan dan harga memiliki dampak langsung terhadap ketahanan pangan rumah tangga.

Pada kesempatan yang sama, Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha yang telah menjalankan bisnis perunggasan selama puluhan tahun dan berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Keberlanjutan usaha yang dibangun dalam jangka panjang dinilai menjadi bagian penting dari penguatan industri perunggasan nasional.

“Kami mengapresiasi pelaku usaha yang terus bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah akan terus mengawal agar peternak terlindungi, usaha tetap berjalan, dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Kementerian Pertanian akan terus memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengawal pelaksanaan kebijakan, meningkatkan efisiensi distribusi, serta menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen. Dengan demikian, keberlanjutan usaha peternak dapat terjaga dan masyarakat tetap memperoleh ayam serta telur dengan harga yang wajar.


Sumber: pertanian.go.id

Berita Terkait

Jokowi dan Polemik Pemakzulan Gibran, Apa Makna Pernyataan soal Proses Hukum serta Hak dalam Konstitusi?
ASN Muda Inspiratif Representasi KORPRI: Kemenko PMK Seleksi Calon Duta KORPRI 2026-2027
Penyadapan Prabowo Diduga Sasar Pejabat hingga Media, Jokowi Buka Suara dan Bareskrim Tetapkan Empat Tersangka
Kemenko PMK Matangkan Peta Jalan Satuan Pendidikan Aman Bencana 2026–2029, Perluas Cakupan hingga Pesantren dan Perguruan Tinggi
Kemenko PMK Perkuat Sinergi dengan Mitra Pembangunan dalam Penanggulangan TPPO
Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak
Mentan Amran Siapkan Sistem Baru agar Peternak Happy, Perkuat Sinergi Petani Jagung dan Koperasi
Kemenko PMK Matangkan Modul Surveilans Berbasis Masyarakat, Perkuat Kewaspadaan Dini

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:03 WIB

ASN Muda Inspiratif Representasi KORPRI: Kemenko PMK Seleksi Calon Duta KORPRI 2026-2027

Jumat, 6 November 2026 - 10:10 WIB

Penyadapan Prabowo Diduga Sasar Pejabat hingga Media, Jokowi Buka Suara dan Bareskrim Tetapkan Empat Tersangka

Kamis, 5 November 2026 - 16:46 WIB

Kemenko PMK Matangkan Peta Jalan Satuan Pendidikan Aman Bencana 2026–2029, Perluas Cakupan hingga Pesantren dan Perguruan Tinggi

Kamis, 5 November 2026 - 16:46 WIB

Kemenko PMK Perkuat Sinergi dengan Mitra Pembangunan dalam Penanggulangan TPPO

Kamis, 5 November 2026 - 14:35 WIB

Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp