HARIANINDONESIA.COM – Mengapa pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun?
Seberapa penting deteksi risiko stroke, penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal bagi kelompok lanjut usia yang ingin mempertahankan kualitas hidup?
Bagaimana program Cek Kesehatan Gratis dapat membantu masyarakat, termasuk wartawan senior, mengetahui risiko penyakit sebelum kondisinya berkembang lebih serius?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini untuk mendukung target Presiden Prabowo meningkatkan rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun.
Pesan tersebut disampaikan Budi dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) bersama Kementerian Kesehatan di Gedung Prof. Sujudi, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 175 peserta yang terdiri atas wartawan aktif, wartawan pensiunan, pasangan mereka, serta wartawan dari organisasi pers lainnya.
Deteksi Dini Penyakit Menjadi Bagian dari Upaya Meningkatkan Usia Harapan Hidup Masyarakat
Budi mengatakan penyakit stroke, jantung, kanker, dan gagal ginjal menjadi sejumlah ancaman serius yang dapat memperpendek usia seseorang apabila tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik.
“Penyakit stroke, jantung, kanker dan gagal ginjal yang membuat sesorang cepat meninggal. Kalau bisa diatasi sejak dini, usia para lansia bisa di atas 76 tahun,” ujar Budi.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala diharapkan membantu masyarakat mengetahui faktor risiko lebih awal sehingga dapat memperoleh penanganan yang sesuai.
SWSI Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi 175 Peserta dari Komunitas Pers
Ketua Umum SWSI Wahyu Muryadi mengatakan pemeriksaan kesehatan preventif diperlukan karena masyarakat sering kali baru menyadari pentingnya kesehatan ketika penyakit sudah muncul.
“Kesehatan adalah harta yang paling berharga dalam hidup kita. Tanpa tubuh yang sehat, kita tidak dapat beraktivitas dengan optimal, tidak dapat mencari nafkah dengan sebaik-baiknya, atau menikmati waktu berkualitas bersama keluarga tercinta,” ujar Wahyu.
Melalui program bertajuk “Wartawan Senior Sehat, Negara Lebih Kuat”, SWSI ingin memperluas akses pemeriksaan kesehatan bagi wartawan dan keluarga mereka melalui kerja sama dengan Kemenkes.
Pemeriksaan Meliputi Tekanan Darah, Gula Darah, Kolesterol, dan Kesehatan Jantung
Peserta mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, risiko tuberkulosis (TBC), hepatitis, dan deteksi kesehatan jantung, serta konsultasi dokter tanpa biaya.
Tes IVA untuk deteksi dini kanker leher rahim atau serviks juga disediakan secara opsional bagi peserta perempuan yang membutuhkan pemeriksaan tersebut.
Wahyu mengatakan peserta yang teridentifikasi memiliki risiko kesehatan akan diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan di Puskesmas atau rumah sakit dengan memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan.
Menkes Anjurkan Pola Hidup Sehat dan Pemeriksaan Rutin untuk Mencegah Penyakit
Budi menyarankan masyarakat tidur sekitar 7 jam 40 menit sehari, berolahraga minimal 30 menit selama lima hari dalam sepekan, serta mengatur porsi makan.
- Wamentan Alim: 3.500 Hektare PM-AAS di Grobogan Sudah Ditanami, Produktivitas Dibidik 11 Ton
- Wamentan Saleh: Kedaulatan Pangan Jadi Kekuatan Strategis Bangsa di Tengah Dinamika Geopolitik Global
- Lstyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Yusril Pertanyakan Motif dan Aktor di Balik Operasi
Ia juga menganjurkan pemeriksaan berkala di Puskesmas untuk memantau tekanan darah, kadar gula darah, kondisi jantung, serta perbandingan berat dan tinggi badan.
Pemeriksaan dini dan tindak lanjut medis sejalan dengan fokus program CKG nasional pada 2026, yang tidak hanya mengejar jumlah peserta, tetapi juga penanganan masalah kesehatan yang ditemukan.
Kemenkes mencatat CKG telah menjangkau 73,8 juta penduduk hingga 31 Juli 2026, melampaui total capaian sepanjang 2025 yang mencapai 70 juta peserta.
SWSI berharap kegiatan ini mendorong wartawan senior dan keluarganya lebih rutin memeriksa kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, serta memanfaatkan layanan medis ketika ditemukan risiko penyakit.****












