Tamsil Linrung: Dinamika Putusan MK Tak Boleh Ganggu Tugas Presiden

Avatar photo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Polemik yang berkembang terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai persoalan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak seharusnya mengganggu Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan tugas konstitusional. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung saat bersilaturahmi dengan sejumlah awak media. Diskusi tersebut membahas dinamika politik nasional memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto. Tamsil juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap program Asta Cita yang dicanangkan Presiden.

“Kami mendukung agar Presiden tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab hingga selesai,” imbuh Tamsil di Kantor Perwakilan DPD Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (20/10/2026).

Menurut Tamsil, keberlangsungan pemerintahan perlu dijaga agar agenda pembangunan dan berbagai program prioritas dapat berjalan optimal. Di tengah dinamika politik nasional, pemerintah diharapkan tetap berorientasi pada pelaksanaan mandat rakyat dan penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.

Memasuki tahun kedua pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Tamsil menilai fokus pada program prioritas harus terus diperkuat.

“Pemerintahan harus tetap berkonsentrasi menjalankan program-program prioritas, tetapi pada saat yang sama penegakan hukum juga harus dilakukan secara serius. Keduanya penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tegasnya.

Ia menekankan, penegakan hukum merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan negara. Karena itu, setiap persoalan yang muncul perlu disikapi melalui mekanisme hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Menyinggung polemik ijazah Wapres Gibran, Tamsil menilai saat ini persoalan tersebut berada di luar ranah DPD. Lembaga para senator itu, menurutnya, akan bersikap jika polemik itu bergulir ke MPR. Namun, ia memperkirakan pandangan di internal DPD juga beragam.

Saat ditanya soal sosok yang berpotensi menggantikan Gibran, Tamsil menyebut ada dua kemungkinan, yakni berasal dari lingkaran pemerintahan atau dari luar yang dapat memberi nilai tambah bagi kepemimpinan Presiden Prabowo.

Dari dalam pemerintahan, ia menyebut sejumlah nama dari ketua partai politik. Antara lain Sufmi Dasco Ahmad, Puan Maharani, AHY, Zulkifli Hasan, dan Muhaimin Iskandar. Sementara dari menteri berprestasi Tamsil menyebut Amran Sulaiman. Dari luar pemerintahan, ia menyebut Anies Baswedan, Mahfud MD, dan Ganjar Pranowo.

Menurut Tamsil, siapapun sosoknya, yang terpenting harus mampu memberi bobot bagi kebutuhan Presiden dalam membangun kepercayaan rakyat dan merealisasikan agenda pembangunan yang dicanangkan.

“Kalau memang skenario itu terjadi, tentu Presiden akan mempertimbangkan sosok yang bisa memberikan insentif signifikan bagi pemerintahan,” tandas Tamsil.


Sumber: dpd.go.id

Berita Terkait

Gerindra Desak Bareskrim Usut Dalang Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Habiburokhman Terima DIM RUU Perampasan Aset dari Pemerintah, Soroti Pengaturan Pidana Mati bagi Koruptor
DPD RI Goes to School: Ning Lia Istifhama, Mengajak Pelajar Melek Konstitusi, Cerdas Digital, dan Berani Menyuarakan Aspirasi Daerah
Sekjen Partai Gerindra : Kedepankan Penegakan Hukum, Jaga Soliditas Institusi, dan Perkuat Komitmen Pembangunan Nasional
Dugaan Penyadapan Presiden Bentuk Insubordinasi, Gerindra Siapkan Konsolidasi Internal
Longki Djanggola Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Moutong
Bimantoro Wiyono Percaya Polri Profesional Tangani Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Annisa Mahesa Soroti Perlindungan Konsumen di Tengah Maraknya Penipuan Digital

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:29 WIB

Gerindra Desak Bareskrim Usut Dalang Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 12:13 WIB

Habiburokhman Terima DIM RUU Perampasan Aset dari Pemerintah, Soroti Pengaturan Pidana Mati bagi Koruptor

Kamis, 5 November 2026 - 20:24 WIB

DPD RI Goes to School: Ning Lia Istifhama, Mengajak Pelajar Melek Konstitusi, Cerdas Digital, dan Berani Menyuarakan Aspirasi Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 14:25 WIB

Sekjen Partai Gerindra : Kedepankan Penegakan Hukum, Jaga Soliditas Institusi, dan Perkuat Komitmen Pembangunan Nasional

Rabu, 4 November 2026 - 21:52 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Bentuk Insubordinasi, Gerindra Siapkan Konsolidasi Internal

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp