Tantangan Penertiban Kawasan Hutan Berat, Prabowo: Tak Mau Terus di Jalan Benar, Minggir

Avatar photo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan tantangan dalam upaya penertiban kawasan hutan berat. Ancaman dan gertakan dipastikan akan selalu ada di tengah perjuangan memberantas praktik korupsi hingga perampokan kekayaan negara.

Oleh sebab itu, Prabowo menegaskan sangat menghargai jajarannya yang tidak mundur dan gentar demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun, di satu sisi, ia menekankan yang tidak ingin terus berada di jalan yang benar bisa segera meninggalkan barisan pemerintahannya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp13.241.335.681.910,13 serta penguasaan kembali kawasan hutan seluas 259.230,73 hektare di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10).

“Saya persilakan, saudara-saudara dalam Satgas ini (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) atau dalam jajaran pemerintahan saya, siapa yang tidak mau terus di atas jalan yang benar, saya persilakan saudara minggir dengan baik,” ujar Prabowo.

Menurutnya, upaya pemerintah menertibkan pengelolaan kekayaan negara memang selalu menghadapi perlawanan, terutama dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik korupsi dan kecurangan. Hal ini dinilai berlaku dalam semua sektor yang sudah mengakar di Tanah Air, baik penyelundupan, penyebaran narkotika, hingga penipuan dan perampokan kekayaan negara.

“Sepanjang sejarah manusia akan selalu ada pertentangan antara mereka yang di atas jalan yang benar, mereka yang ingin membela kebenaran, keadilan, kejujuran, dan mereka yang ingin membela kejahatan. Tantangan ini selalu ada, kita paham itu,” jelasnya.

Prabowo pun meminta jajarannya menentukan sikap dalam menghadapi tantangan tersebut. Prabowo menegaskan, dalam pemerintahannya, jalan yang dipilih adalah kebenaran dan tidak akan pernah menyerah kepada pihak-pihak yang serakah serta tidak setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia.

“Pilihannya adalah pada diri kita, apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini, kekuatan yang menghina rakyat, kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin,” imbuhnya.

Prabowo mengaku mengetahui adanya tekanan dan ancaman yang diterima sejumlah pihak yang terlibat dalam upaya penertiban tersebut. Bahkan, kata dia, ancaman tidak hanya ditujukan kepada individu, tetapi juga kepada keluarga mereka.

Meski demikian, Prabowo mengapresiasi jajaran yang tetap bertahan dan tidak mundur dalam menjalankan tugas. Ia berterima kasih kepada mereka yang memilih tetap berjuang bersama pemerintah untuk mengamankan kekayaan negara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Prabowo juga menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi serangan dari pihak-pihak yang menentang kebijakan pemerintah. Ia mengatakan pemerintah akan tetap berjalan meski menghadapi serangan di media sosial maupun aksi demonstrasi yang menurutnya dibiayai oleh kelompok tertentu.

“Percayalah kebenaran akan menang, percayalah kita di atas jalan yang benar, kita tidak ragu-ragu, biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka serang kita di sosmed, mereka mau biayai demonstrasi, kita tidak gentar,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi kerja Satgas PKH yang telah menyelamatkan dan mengamankan kekayaan negara. Hingga saat ini total uang tunai yang berhasil dikembalikan ke Kementerian Keuangan sekitar Rp52 triliun atau USD3 miliar.


Sumber: fraksigerindra.id

Berita Terkait

Perkuat Pengawasan Internal, Kemenko PMK Optimalkan Peran Whistleblowing System
Kemenko PMK Koordinasikan Penyusunan SKB untuk Sinkronisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi
Jokowi dan Polemik Pemakzulan Gibran, Apa Makna Pernyataan soal Proses Hukum serta Hak dalam Konstitusi?
ASN Muda Inspiratif Representasi KORPRI: Kemenko PMK Seleksi Calon Duta KORPRI 2026-2027
Penyadapan Prabowo Diduga Sasar Pejabat hingga Media, Jokowi Buka Suara dan Bareskrim Tetapkan Empat Tersangka
Kemenko PMK Matangkan Peta Jalan Satuan Pendidikan Aman Bencana 2026–2029, Perluas Cakupan hingga Pesantren dan Perguruan Tinggi
Kemenko PMK Perkuat Sinergi dengan Mitra Pembangunan dalam Penanggulangan TPPO
Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:03 WIB

Perkuat Pengawasan Internal, Kemenko PMK Optimalkan Peran Whistleblowing System

Sabtu, 7 November 2026 - 06:03 WIB

Kemenko PMK Koordinasikan Penyusunan SKB untuk Sinkronisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi

Jumat, 6 November 2026 - 17:52 WIB

Jokowi dan Polemik Pemakzulan Gibran, Apa Makna Pernyataan soal Proses Hukum serta Hak dalam Konstitusi?

Jumat, 6 November 2026 - 15:03 WIB

ASN Muda Inspiratif Representasi KORPRI: Kemenko PMK Seleksi Calon Duta KORPRI 2026-2027

Jumat, 6 November 2026 - 10:10 WIB

Penyadapan Prabowo Diduga Sasar Pejabat hingga Media, Jokowi Buka Suara dan Bareskrim Tetapkan Empat Tersangka

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp