Wamentan Alim Dorong Ekspor Pangan yang Menguntungkan Petani

Avatar photo

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet mendorong penguatan ekspor pangan yang tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani. Menurutnya, peningkatan ekspor harus diiringi dengan penguatan kualitas produksi, pendampingan kepada petani, serta tata niaga yang memastikan petani memperoleh nilai tambah dari hasil usahanya.

Wamentan Alim menyampaikan bahwa peningkatan ekspor menjadi salah satu capaian positif sektor pertanian yang perlu terus dijaga. Namun, keberhasilan tersebut harus diikuti upaya memastikan pelaku utama sektor pertanian, khususnya petani, turut menikmati manfaat dari terbukanya pasar yang lebih luas.

“Ekspor harus memberikan dampak nyata terhadap pendapatan petani. Karena itu, petani perlu didampingi agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar yang dipersyaratkan pasar ekspor,” ujar Wamentan Alim saat menyampaikan kinerja sektor pertanian di Special Event 2 Tahun Prabowo – Gibran: Rapor untuk Rakyat di Jakarta, Selasa (27/10).

Menurutnya, perluasan pasar ekspor harus berjalan seiring dengan penguatan produksi dari hulu hingga hilir. Peningkatan kualitas hasil pertanian, konsistensi pasokan, pemenuhan standar mutu, serta pengolahan produk menjadi faktor penting agar komoditas pertanian Indonesia memiliki daya saing di pasar internasional.

“Petani seharusnya memperoleh manfaat yang sepadan dari upaya Pemerintah untuk mengejar peningkatan volume ekspor. Karena itu, penguatan produksi harus diikuti dengan hilirisasi agar komoditas pertanian memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar global,” ujar Wamentan Alim.

Penguatan hilirisasi juga diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Dengan mengembangkan produk olahan dan memperbaiki kualitas hasil produksi, petani berpeluang memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dibandingkan hanya menjual produk dalam bentuk bahan mentah.

Wamentan Alim menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong pendampingan bagi petani agar dapat meningkatkan kualitas produksi dan memenuhi persyaratan pasar. Langkah ini diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai pasok komoditas pertanian.

Di sisi lain, peningkatan produksi dan ekspor perlu didukung tata niaga yang sehat. Wamentan Alim menyoroti masih adanya anomali harga pada sejumlah komoditas, ketika pasokan melimpah tetapi harga di tingkat petani justru turun, sementara harga yang dibayarkan konsumen dapat meningkat.

“Anomali terjadi ketika produksi petani melimpah tapi harga di tingkat petani justru jatuh, sementara harga di tingkat konsumen tetap tinggi. Ini menunjukkan adanya persoalan dalam tata niaga yang harus kita benahi bersama,” ujar Wamentan Alim.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produksi saja belum cukup untuk menjamin kesejahteraan petani. Pengawasan distribusi dan perdagangan perlu diperkuat agar rantai pasok berjalan lebih efisien, kesenjangan harga dapat ditekan, serta manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada mata rantai perdagangan tertentu.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya menangani penyimpangan dalam tata niaga pangan melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum. Pengawasan tersebut penting untuk menjaga perdagangan yang sehat dan melindungi kepentingan petani maupun konsumen.

Selain memperluas pasar ekspor, pemerintah juga perlu memastikan kebutuhan pangan dalam negeri tetap terpenuhi. Keseimbangan antara pemenuhan pasar domestik dan pengembangan pasar internasional menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan.

“Kerja keras di sektor pertanian harus memberikan hasil yang maksimal. Dengan kerja yang sungguh-sungguh, kolaborasi, dan kebijakan yang tepat, kita berharap produksi semakin kuat, ekspor berkembang, dan kesejahteraan petani terus meningkat,” tutup Wamentan Alim.


Sumber: pertanian.go.id

Berita Terkait

Kemenko PMK Matangkan Peta Jalan Satuan Pendidikan Aman Bencana 2026–2029, Perluas Cakupan hingga Pesantren dan Perguruan Tinggi
Kemenko PMK Perkuat Sinergi dengan Mitra Pembangunan dalam Penanggulangan TPPO
Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak
Mentan Amran Siapkan Sistem Baru agar Peternak Happy, Perkuat Sinergi Petani Jagung dan Koperasi
Kemenko PMK Matangkan Modul Surveilans Berbasis Masyarakat, Perkuat Kewaspadaan Dini
Wamentan Alim Dorong Hilirisasi Perkebunan, Bidik 90 Persen Ekspor dalam Produk Olahan
Wamentan Alim: 3.500 Hektare PM-AAS di Grobogan Sudah Ditanami, Produktivitas Dibidik 11 Ton
Wamentan Saleh: Kedaulatan Pangan Jadi Kekuatan Strategis Bangsa di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:46 WIB

Kemenko PMK Perkuat Sinergi dengan Mitra Pembangunan dalam Penanggulangan TPPO

Kamis, 5 November 2026 - 14:35 WIB

Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak

Kamis, 5 November 2026 - 14:34 WIB

Mentan Amran Siapkan Sistem Baru agar Peternak Happy, Perkuat Sinergi Petani Jagung dan Koperasi

Kamis, 5 November 2026 - 09:48 WIB

Kemenko PMK Matangkan Modul Surveilans Berbasis Masyarakat, Perkuat Kewaspadaan Dini

Kamis, 5 November 2026 - 09:16 WIB

Wamentan Alim Dorong Hilirisasi Perkebunan, Bidik 90 Persen Ekspor dalam Produk Olahan

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp