Pemerintah Perkuat Pencatatan Statistik Industri, Dorong Ketepatan Kebijakan dan Identifikasi Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Avatar photo

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Penguatan pencatatan statistik industri menjadi salah satu langkah penting untuk mengidentifikasi sumber pertumbuhan ekonomi dan merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Hal tersebut menjadi perhatian Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam pertemuan bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) dan Menteri Perindustrian di Jakarta, Senin (26/10). Pertemuan tersebut membahas penjajakan langkah bersama untuk menyempurnakan pencatatan statistik industri, terutama menjelang rilis statistik pertumbuhan ekonomi triwulan III 2026 pada awal November mendatang.

“Kami juga mengidentifikasi beberapa sumber-sumber pertumbuhan industri yang bisa kita galakkan ke depan, baik di sektor mamin (makanan dan minuman), kemudian agro, kemudian baik dia ada di kawasan industri, ada di kawasan bahkan di kawasan berikat,” ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam keterangan pers usai rapat bersama Menteri Perindustrian.

Pada kesempatan tersebut, Wamenko Dradjad juga menjelaskan bahwa koordinasi yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menggali sumber-sumber pertumbuhan ekonomi ke depan, termasuk melalui penguatan sektor industri dan sektor-sektor pendukungnya. Menurutnya, penyelarasan data menjadi penting untuk membangun satu data nasional yang dapat digunakan sebagai dasar dalam melihat perkembangan ekonomi, mengidentifikasi potensi pertumbuhan, serta merumuskan intervensi kebijakan yang diperlukan.

Lebih lanjut, Wamenko Dradjad juga menekankan pentingnya peran daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sejumlah potensi pertumbuhan dapat dikembangkan melalui investasi dan penguatan kegiatan ekonomi sesuai dengan karakteristik daerah.

Selain itu, data statistik perlu dikaitkan dengan kebijakan agar dapat membantu mengidentifikasi persoalan dan menentukan intervensi yang sesuai. Wamenko Dradjad juga menyoroti pentingnya data dalam membentuk narasi, persepsi, dan kepercayaan terhadap kondisi perekonomian, termasuk dalam melihat perkembangan daya beli masyarakat serta mengidentifikasi potensi industrialisasi.

Dari sisi perkembangan industri, Wamenko Dradjad menyampaikan bahwa sektor industri dan sektor pendukungnya menunjukkan peningkatan aktivitas. Kondisi ini menjadi salah satu indikasi yang mendukung identifikasi peluang ekspansi industri ke depan. Momentum peningkatan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru juga menjadi peluang untuk mendorong aktivitas industri. Upaya tersebut dapat dilakukan salah satunya melalui peningkatan utilisasi industri agar kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

“Kalau di pertanian kita punya intensifikasi pertanian, perbaikan air, kemudian pupuk dan sebagainya itu ternyata meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian cukup signifikan. Nah di industri, ini juga intensifikasi industri melalui itu tadi, peningkatan utilisasi. Insyaallah ini akan bisa kita dorong,” pungkas Wamenko Dradjad.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya yakni Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Eko S. A. Cahyanto, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah, Asisten Deputi Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenko Perekonomian Eripson Mangasi Hamonangan Sinaga, serta pejabat terkait lainnya dari Kemenperin dan BPS. (nov/rtn/tam)


Sumber: ekon.go.id

Berita Terkait

Perkuat Tata Kelola Perkebunan, Pemerintah Dorong Pendanaan, Transparansi, dan Keberlanjutan untuk Kesejahteraan Petani
Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Tumbuh 5,47%, Fundamental Kuat Jaga Momentum Pertumbuhan
Mengapa Bank Bisa Kekurangan Uang Tunai? Memahami Short Liquidity, Liquidity Mismatch, dan Risiko Perbankan
Pandu Sjahrir Evaluasi Portofolio Investasi, Danantara Indonesia Jadi Prioritas dan Supra Sekuritas Mulai Dilepas
OJK Sanksi Mantan Direksi PT Bintang Oto Global Tbk, Begini Duduk Perkara Pencatatan Dana IPO Rp185,4 Miliar
Rekam Jejak Lianiwati di Pasar Modal, Izin WPPE Berakhir 2020 dan Kini Dilarang Beraktivitas 10 Tahun
Bank J Trust Bidik Pertumbuhan Mandiri pada 2027, Abdullah Firman Wibowo Disiapkan Menjadi Direktur Utama
Grup Salim Perkuat Permodalan Bank Ina, Anthoni Salim Siapkan Penyerapan Maksimal 350 Juta Saham BINA

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:13 WIB

Perkuat Tata Kelola Perkebunan, Pemerintah Dorong Pendanaan, Transparansi, dan Keberlanjutan untuk Kesejahteraan Petani

Kamis, 5 November 2026 - 18:59 WIB

Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Tumbuh 5,47%, Fundamental Kuat Jaga Momentum Pertumbuhan

Kamis, 5 November 2026 - 18:17 WIB

Mengapa Bank Bisa Kekurangan Uang Tunai? Memahami Short Liquidity, Liquidity Mismatch, dan Risiko Perbankan

Kamis, 5 November 2026 - 17:33 WIB

Pandu Sjahrir Evaluasi Portofolio Investasi, Danantara Indonesia Jadi Prioritas dan Supra Sekuritas Mulai Dilepas

Kamis, 5 November 2026 - 15:59 WIB

OJK Sanksi Mantan Direksi PT Bintang Oto Global Tbk, Begini Duduk Perkara Pencatatan Dana IPO Rp185,4 Miliar

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp