Resmikan Perpustakaan Kemenkeu, Menkeu Tekankan Pentingnya Transformasi Perpustakaan

Avatar photo

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Di tengah peringatan Hari Oeang Republik Indonesia ke-80, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara meresmikan Perpustakaan Kementerian Keuangan yang direlokasi di gedung bersejarah, Gedung A.A. Maramis, Jakarta pada Jumat (30/10). 

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menekankan pentingnya transformasi perpustakaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar tidak hanya menjadi ruang penyimpanan koleksi fisik, tetapi juga berkembang sebagai pusat pengetahuan yang mengintegrasikan koleksi konvensional dan digital. Perkembangan dunia digital menghadirkan berbagai jejak informasi yang perlu dikurasi dan dikelola agar dapat menjadi bagian dari memori kolektif institusi dan memastikan pengetahuan lintas generasi tetap terpelihara.

“Saya minta nanti teman-teman yang menjadi punggawa dari perpustakaan ini memikirkan bagaimana cara dengan Pak Sekjen, sehingga kalau orang datang ke sini, dia sebenarnya tidak hanya terbatas penglihatannya kepada benda fisik yang ada di sini, tetapi sesungguhnya dia masuk ke dalam suatu memori kolektif yang ada di dunia fisik maupun ada secara virtual,” ungkap Menkeu.

Menkeu meminta agar konsolidasi perpustakaan Kemenkeu diarahkan pada tiga langkah utama, yakni mengintegrasikan koleksi fisik dari masa lalu, melakukan digitalisasi terhadap koleksi tersebut, serta mengkurasi berbagai informasi dan dokumen yang tersebar di dunia maya. Ke depan, perpustakaan diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi pengunjung baik pegawai maupun masyarakat umum.

Selain itu, Menkeu juga menyampaikan empat arahan kepada para pengelola perpustakaan. Pertama, untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang hidup. Perpustakaan tidak cukup hanya memiliki tampilan fisik yang menarik, tetapi juga harus ramai dengan aktivitas intelektual, seperti diskusi, pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan ruang kontemplasi. Renovasi ruang perpustakaan pun diharapkan tetap memperhatikan prinsip pengelolaan cagar budaya yang baik.

Kedua, menyajikan pengetahuan secara visual, menarik, dan mudah dipahami. Kurasi informasi diperlukan agar koleksi yang tersedia dapat memberikan nilai tambah dan memudahkan pengunjung memahami berbagai pengetahuan yang disajikan.

Ketiga, memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses terhadap pengetahuan. Digitalisasi dan pemanfaatan teknologi perlu dilakukan agar koleksi semakin mudah ditemukan dan dijangkau oleh banyak orang, tanpa mengesampingkan pemeliharaan koleksi fisik.

Keempat, membangun budaya berbagi pengetahuan di lingkungan Kemenkeu. Budaya berbagi pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antargenerasi, antarbidang keahlian, dan antarunit kerja. Dengan demikian, pengalaman dan pemikiran para pendahulu dapat terus dipelajari serta dikembangkan oleh generasi penerus.

“Pada akhirnya kita tidak hanya mewarisi gedung, kita tidak hanya mewarisi aset, dan tidak hanya mewarisi sistem dari para pendahulu, kita juga mewarisi pemikiran, mewarisi nilai, dan mewarisi yang paling penting, mewarisi tanggung jawab dari para pendahulu kita,” pungkas Menkeu. (dj/al)


Sumber: kemenkeu.go.id

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Tumbuh 5,47%, Fundamental Kuat Jaga Momentum Pertumbuhan
Mengapa Bank Bisa Kekurangan Uang Tunai? Memahami Short Liquidity, Liquidity Mismatch, dan Risiko Perbankan
Pandu Sjahrir Evaluasi Portofolio Investasi, Danantara Indonesia Jadi Prioritas dan Supra Sekuritas Mulai Dilepas
OJK Sanksi Mantan Direksi PT Bintang Oto Global Tbk, Begini Duduk Perkara Pencatatan Dana IPO Rp185,4 Miliar
Rekam Jejak Lianiwati di Pasar Modal, Izin WPPE Berakhir 2020 dan Kini Dilarang Beraktivitas 10 Tahun
Bank J Trust Bidik Pertumbuhan Mandiri pada 2027, Abdullah Firman Wibowo Disiapkan Menjadi Direktur Utama
Grup Salim Perkuat Permodalan Bank Ina, Anthoni Salim Siapkan Penyerapan Maksimal 350 Juta Saham BINA
Wamenkeu Nurkholishoh Ungkap Transformasi Kemenkeu yang Berbasis Inovasi Teknologi dan SDM

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:59 WIB

Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Tumbuh 5,47%, Fundamental Kuat Jaga Momentum Pertumbuhan

Kamis, 5 November 2026 - 18:17 WIB

Mengapa Bank Bisa Kekurangan Uang Tunai? Memahami Short Liquidity, Liquidity Mismatch, dan Risiko Perbankan

Kamis, 5 November 2026 - 17:33 WIB

Pandu Sjahrir Evaluasi Portofolio Investasi, Danantara Indonesia Jadi Prioritas dan Supra Sekuritas Mulai Dilepas

Kamis, 5 November 2026 - 15:59 WIB

OJK Sanksi Mantan Direksi PT Bintang Oto Global Tbk, Begini Duduk Perkara Pencatatan Dana IPO Rp185,4 Miliar

Kamis, 5 November 2026 - 15:29 WIB

Rekam Jejak Lianiwati di Pasar Modal, Izin WPPE Berakhir 2020 dan Kini Dilarang Beraktivitas 10 Tahun

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp