Kadin Laporkan 39 Proyek Investasi kepada Prabowo, Ini Peta Industri Energi, Otomotif, dan Infrastruktur Indonesia

Avatar photo

Selasa, 3 November 2026 - 17:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyoroti pentingnya investasi untuk mendorong pengusaha daerah tumbuh, meningkatkan skala usaha, dan memperluas daya saing Indonesia di pasar global.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyoroti pentingnya investasi untuk mendorong pengusaha daerah tumbuh, meningkatkan skala usaha, dan memperluas daya saing Indonesia di pasar global.

HARIANINDONESIARAYA.COM – Proyek investasi apa saja yang masuk dalam daftar 39 investasi strategis dunia usaha selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto?

Bagaimana proyek tersebut menghubungkan sektor energi, hilirisasi mineral, kendaraan listrik, dan pusat data dalam satu peta pengembangan industri nasional?

Apa yang perlu diperhatikan agar investasi yang diresmikan atau mulai beroperasi benar-benar memberikan manfaat ekonomi?

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie melaporkan daftar 39 proyek investasi dunia usaha nasional dan asing dalam Rapimnas Kadin 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu, (31/10/2026).

Daftar tersebut mencakup proyek yang diresmikan atau mulai beroperasi pada periode Oktober 2024–Oktober 2026, dengan cakupan dari energi hingga fasilitas daur ulang.

Sepuluh Proyek Energi Menjadi Bagian dari Peta Investasi Strategis Nasional

Kelompok energi mencakup PLTP Ijen Unit 1 oleh Medco Power dan Ormat, PLTP Sorik Marapi 5 oleh KS Orka (SMGP), PLTP Salak Binary oleh Star Energy Geothermal, serta PLTGU Jawa-1 oleh Jawa Satu Power.

Proyek lainnya adalah PLTA Jatigede, PLTA Asahan 3, PLTGU Muara Tawar, dan PLTGU Tambak Lorok oleh PLN, RDMP Balikpapan oleh Pertamina (KPI), serta TBBM Tanjung Batu oleh Pertamina Patra Niaga.

Kehadiran proyek pembangkit, pengolahan minyak, dan terminal bahan bakar menunjukkan bahwa investasi energi dalam daftar tersebut mencakup beragam kebutuhan sistem energi nasional.

Hilirisasi Mineral, Kendaraan Listrik, dan Baterai Memperluas Basis Industri

Sebanyak sembilan proyek hilirisasi meliputi HPAL Weda Bay oleh Blue Sparking Energy, pabrik aluminium Weda Bay oleh Pioneer Aluminium Ind., HPAL ENC Morowali oleh Nickel Industries dan UT, serta HPAL SLNC Morowali oleh Merdeka Battery.

Daftar tersebut juga mencakup HPAL Pulau Obi oleh Harita Nickel, smelter tembaga NTB oleh Amman Mineral, smelter emas Gresik oleh Freeport Indonesia, HPAL Pomalaa oleh Vale, Huayou, dan Ford, serta HPAL Bahodopi oleh Vale Indonesia.

Pada sektor otomotif, proyeknya meliputi pabrik mobil listrik VinFast dan BYD Indonesia di Subang, pabrik bus dan truk listrik VKTR, pabrik mobil Astra Daihatsu Motor di Karawang, Handal Indonesia Motor di Purwakarta, serta pabrik alat berat XCMG Indonesia di Weda Bay.

Industri baterai mencakup REPT Battero Indonesia di Weda Bay, LBM Energi Baru di Batang, serta proyek baterai EV di Karawang yang melibatkan CATL, Brunp, Lygend, dan IBC.

Pusat Data, Jalan Tol, Industri Kimia, dan Kesehatan Melengkapi Daftar Proyek

Infrastruktur digital terdiri atas Microsoft Cloud Region, pusat data Nongsa Digital Park, serta pusat data Batam yang melibatkan Telkom dan Singtel.

Untuk konektivitas, daftar Kadin mencantumkan Tol Kediri–Tulungagung oleh Grup Gudang Garam, Tol Ciawi–Sukabumi oleh Trans Jabar Tol, Tol Probolinggo–Banyuwangi oleh Jasa Marga dan Adhi Karya, serta Tol Yogyakarta–Solo oleh Jasa Marga, Adhi, dan PP.

Tiga proyek lainnya adalah pabrik petrokimia Lotte Chemical, pabrik amonia Pupuk Kaltim di Bontang, serta fasilitas alat kesehatan Ace Medical (Allmed) dan daur ulang Green Java Solution di Batang.

Data Investasi 2025 Menjadi Pembanding untuk Membaca Arah Pengembangan Industri

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi nasional 2025 sebesar Rp1.931,2 triliun, dengan investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun atau 30,2% dari total investasi.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai keterlibatan pengusaha kelas menengah menjadi bagian penting dari ketahanan ekonomi nasional.

“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya.

Ia juga menekankan peluang industri masa depan, termasuk kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data yang berpotensi memanfaatkan komponen lokal.

“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak,” kata Anindya.

Daftar 39 proyek memperlihatkan luasnya cakupan investasi strategis, tetapi nilai investasi per proyek, target produksi, dan kontribusi lapangan kerja perlu dilihat melalui data masing-masing proyek.****

Berita Terkait

3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah
Transformasi Struktur Ekonomi Buka Peluang Baru, Pemerintah Perkuat Investasi dan Kesiapan Tenaga Kerja
Cadangan Devisa Oktober 2026 Tetap Terjaga
Menkeu Suahasil Nazara: Investasi Perlu Tumbuh 7% untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027
Pendanaan Korporasi Tembus Rp209,77 Triliun, OJK Jaga Intermediasi untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Anthoni Salim dan Risiko Karhutla, Ini Komitmen Emiten Sawit Grup Salim dalam Pencegahan Kebakaran Lahan
Kementerian Keuangan Bidik Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5 Persen pada 2026, Ini Strategi Suahasil Nazara
Perkuat Tata Kelola Perkebunan, Pemerintah Dorong Pendanaan, Transparansi, dan Keberlanjutan untuk Kesejahteraan Petani

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:08 WIB

3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah

Jumat, 6 November 2026 - 14:54 WIB

Transformasi Struktur Ekonomi Buka Peluang Baru, Pemerintah Perkuat Investasi dan Kesiapan Tenaga Kerja

Jumat, 6 November 2026 - 10:00 WIB

Cadangan Devisa Oktober 2026 Tetap Terjaga

Jumat, 6 November 2026 - 09:56 WIB

Menkeu Suahasil Nazara: Investasi Perlu Tumbuh 7% untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

Jumat, 6 November 2026 - 08:36 WIB

Pendanaan Korporasi Tembus Rp209,77 Triliun, OJK Jaga Intermediasi untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp