Berantas Rabies di Bali, Kemenko PMK Pacu Pendekatan ‘One Health’ Berbasis Kearifan Lokal

Avatar photo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pendekatan One Health guna memberantas penyebaran rabies di Provinsi Bali, sebagai wujud nyata komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin keamanan kesehatan masyarakat.

Langkah taktis penguatan tersebut dipaparkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK, Sukadiono, didampingi Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting, Jelsi Natalia Marampa, dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) dan Evaluasi Asesmen Pencegahan Zoonosis di Denpasar, pada Kamis (15/10/2026).

Menegaskan urgensi penanganan infeksi tersebut, Sukadiono menuntut agar pencegahan rabies tidak lagi berjalan secara ego sektoral, melainkan harus mengintegrasikan pilar kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan hidup secara bersamaan di bawah kerangka One Health.

“Pencegahan dan pengendalian rabies tidak dapat menjadi tanggung jawab satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat agar perubahan perilaku benar-benar terwujud secara nyata, mulai dari tingkat keluarga hingga individu,” tegas Sukadiono.

Integrasi kebijakan ini mendesak dilakukan mengingat rabies masih menjadi ancaman serius yang berakibat fatal apabila telah memunculkan gejala klinis. Terlebih, sebagai destinasi pariwisata yang menjadi wajah Indonesia di mata internasional, penciptaan ekosistem lingkungan Bali yang aman dari zoonosis menjadi prioritas lintas kementerian.

Sebagai solusi percepatan di lapangan, pemerintah mendorong optimalisasi modal sosial yang telah mengakar kuat di masyarakat Bali. Keberadaan desa adat, banjar, dan semangat gotong royong dinilai sebagai motor penggerak paling efektif untuk menyosialisasikan bahaya rabies di akar rumput. Keterlibatan tokoh agama dan perangkat desa menjadi instrumen strategis dalam memperluas edukasi kepada pemilik hewan peliharaan.

Penyelenggaraan FGD dan evaluasi ini dirancang bukan sekadar sebagai pemenuhan laporan administratif, melainkan untuk memetakan kesenjangan kebijakan, menakar komitmen antar-OPD di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Badung, serta merumuskan rekomendasi penanganan yang terukur.

Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor berbasis kearifan lokal ini, Kemenko PMK memastikan pemerintah terus merapikan tata kelola pencegahan penyakit menular agar ketahanan kesehatan masyarakat dapat terbangun secara tangguh, berkesinambungan, dan terbebas dari ancaman zoonosis.


Sumber: kemenkopmk.go.id

Berita Terkait

Jokowi dan Polemik Pemakzulan Gibran, Apa Makna Pernyataan soal Proses Hukum serta Hak dalam Konstitusi?
ASN Muda Inspiratif Representasi KORPRI: Kemenko PMK Seleksi Calon Duta KORPRI 2026-2027
Penyadapan Prabowo Diduga Sasar Pejabat hingga Media, Jokowi Buka Suara dan Bareskrim Tetapkan Empat Tersangka
Kemenko PMK Matangkan Peta Jalan Satuan Pendidikan Aman Bencana 2026–2029, Perluas Cakupan hingga Pesantren dan Perguruan Tinggi
Kemenko PMK Perkuat Sinergi dengan Mitra Pembangunan dalam Penanggulangan TPPO
Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak
Mentan Amran Siapkan Sistem Baru agar Peternak Happy, Perkuat Sinergi Petani Jagung dan Koperasi
Kemenko PMK Matangkan Modul Surveilans Berbasis Masyarakat, Perkuat Kewaspadaan Dini

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:03 WIB

ASN Muda Inspiratif Representasi KORPRI: Kemenko PMK Seleksi Calon Duta KORPRI 2026-2027

Jumat, 6 November 2026 - 10:10 WIB

Penyadapan Prabowo Diduga Sasar Pejabat hingga Media, Jokowi Buka Suara dan Bareskrim Tetapkan Empat Tersangka

Kamis, 5 November 2026 - 16:46 WIB

Kemenko PMK Matangkan Peta Jalan Satuan Pendidikan Aman Bencana 2026–2029, Perluas Cakupan hingga Pesantren dan Perguruan Tinggi

Kamis, 5 November 2026 - 16:46 WIB

Kemenko PMK Perkuat Sinergi dengan Mitra Pembangunan dalam Penanggulangan TPPO

Kamis, 5 November 2026 - 14:35 WIB

Modal Secarik Kertas, Mentan Amran Langsung Kabulkan Permintaan Petani dan Peternak

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp