Dwita Ria Gunadi Minta Pemerintah Perkuat Fasilitas Konservasi Satwa dan Dukungan Anggaran di Maluku

Avatar photo

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Dwita Ria Gunadi, meminta pemerintah pusat meningkatkan kapasitas fasilitas konservasi satwa serta memperkuat dukungan anggaran bagi instansi terkait di Provinsi Maluku. Upaya tersebut diperlukan untuk memastikan penanganan dan rehabilitasi satwa liar endemik hasil penyitaan dari praktik penyelundupan dapat dilakukan secara optimal.

Hal tersebut disampaikan Dwita saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Pusat Konservasi Satwa (PKS) Maluku, Ambon, Maluku, Sabtu (10/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti masih maraknya penyelundupan satwa liar, khususnya burung endemik, yang menjadi ancaman terhadap kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah Maluku.

“Kita melihat konservasi satwa burung yang banyak diselundupkan. Di balai ini saja didapatkan 57 ekor, belum lagi yang lolos. Banyak satwa, tidak hanya burung, tetapi juga satwa mamalia yang diselundupkan. Ini menjadi keprihatinan kita,” papar Dwita dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Pusat Konservasi Satwa (PKS) Maluku, Ambon, Maluku, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Dwita, banyaknya satwa yang berhasil diamankan menunjukkan pentingnya penguatan sarana dan prasarana konservasi. Fasilitas yang tersedia perlu disesuaikan dengan kebutuhan penanganan satwa hasil sitaan, mulai dari proses pemulihan kesehatan, perawatan, hingga upaya menjaga keberlangsungan populasinya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Lampung II tersebut menegaskan bahwa peningkatan kapasitas balai konservasi harus menjadi perhatian pemerintah. Selain menyediakan ruang perawatan yang lebih memadai, pemerintah juga perlu mendukung pembangunan fasilitas penangkaran agar satwa yang telah diselamatkan dapat dirawat dan dikembangbiakkan sesuai kebutuhan konservasi.

“Ini memang perlu campur tangan fasilitas dari pemerintah. Kita harus ada balai konservasi yang lebih besar lagi untuk menjaga satwa-satwa kita ini tetap sehat dan tetap berkembang, termasuk penyediaan sarana penangkaran,” jelas Legislator Daerah Pemilihan Lampung II tersebut.

Dwita menilai penguatan fasilitas konservasi perlu diiringi dengan peningkatan dukungan anggaran bagi lembaga yang bertanggung jawab terhadap pengawasan dan pelindungan satwa liar. Dukungan tersebut dinilai penting agar petugas di lapangan memiliki kemampuan operasional yang memadai dalam menangani satwa hasil penyelundupan sekaligus menjalankan upaya pelestarian secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Dwita juga menegaskan komitmen Komisi IV DPR RI untuk menampung berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi petugas konservasi di Maluku. Masukan dari lapangan akan menjadi bahan pertimbangan dalam mendorong penyempurnaan regulasi pelindungan satwa serta memperjuangkan penguatan alokasi anggaran bagi instansi terkait.

Ia menambahkan, peningkatan dukungan pemerintah tidak hanya diperlukan bagi lembaga konservasi di Maluku, tetapi juga bagi institusi karantina dan jajaran Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) di berbagai wilayah Indonesia. Dengan penguatan regulasi, fasilitas, dan anggaran, upaya pengawasan serta pelindungan satwa liar diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

“Kami hadir di sini untuk mendengarkan langsung permasalahannya. Ke depan kita bisa membuat regulasi yang lebih baik lagi, terutama penguatan dukungan anggaran bagi institusi Karantina maupun bagi jajaran KSDAE yang ada di Provinsi Maluku, bahkan di seluruh KSDAE di Indonesia,” pungkasnya.


Sumber: fraksigerindra.id

Berita Terkait

Gerindra Desak Bareskrim Usut Dalang Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Habiburokhman Terima DIM RUU Perampasan Aset dari Pemerintah, Soroti Pengaturan Pidana Mati bagi Koruptor
DPD RI Goes to School: Ning Lia Istifhama, Mengajak Pelajar Melek Konstitusi, Cerdas Digital, dan Berani Menyuarakan Aspirasi Daerah
Sekjen Partai Gerindra : Kedepankan Penegakan Hukum, Jaga Soliditas Institusi, dan Perkuat Komitmen Pembangunan Nasional
Dugaan Penyadapan Presiden Bentuk Insubordinasi, Gerindra Siapkan Konsolidasi Internal
Longki Djanggola Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Moutong
Bimantoro Wiyono Percaya Polri Profesional Tangani Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Annisa Mahesa Soroti Perlindungan Konsumen di Tengah Maraknya Penipuan Digital

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:29 WIB

Gerindra Desak Bareskrim Usut Dalang Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 12:13 WIB

Habiburokhman Terima DIM RUU Perampasan Aset dari Pemerintah, Soroti Pengaturan Pidana Mati bagi Koruptor

Kamis, 5 November 2026 - 20:24 WIB

DPD RI Goes to School: Ning Lia Istifhama, Mengajak Pelajar Melek Konstitusi, Cerdas Digital, dan Berani Menyuarakan Aspirasi Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 14:25 WIB

Sekjen Partai Gerindra : Kedepankan Penegakan Hukum, Jaga Soliditas Institusi, dan Perkuat Komitmen Pembangunan Nasional

Rabu, 4 November 2026 - 21:52 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Bentuk Insubordinasi, Gerindra Siapkan Konsolidasi Internal

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp