Pemerintah terus memacu pilar transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika serta ketidakpastian global. Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap tangguh dan berada pada jalur positif menjadi modal kuat untuk mempercepat modernisasi industri, meningkatkan produktivitas nasional, serta menciptakan lapangan kerja bernilai tambah tinggi menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia tidak hanya membutuhkan wacana tentang AI semata, melainkan eksekusi nyata dari strategi hingga dampak langsung. AI harus menjadi katalisator bagi produktivitas, daya saing industri, UMKM yang lebih kuat, lapangan kerja bernilai tambah tinggi, serta pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speaker secara virtual pada acara The Artificial Intelligence Impact Summit 2026 bertajuk “Sovereign AI for Indonesia 2045: Creating Impact Today, Building Sovereignty for Tomorrow” di Jakarta, Rabu (21/10).
Menko Airlangga menyampaikan bahwa ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan diproyeksikan mencapai USD100–130 miliar tahun ini, dengan potensi kontribusi AI menembus USD360–400 miliar pada 2030. Besarnya potensi ini menuntut dorongan nyata untuk beralih dari sekadar wacana menuju eksekusi (from AI talk to AI execution), agar AI mampu memberikan manfaat yang luas.
Guna mewujudkan kedaulatan AI (Sovereign AI) yang inklusif, Pemerintah menetapkan empat prioritas strategis. Pada prioritas pertama, Pemerintah berfokus pada penguatan infrastruktur digital dan ketahanan energi dengan menambah kapasitas listrik hingga 70 GW dalam RUPTL PLN 2025–2034 serta program PLTS 100 GWp. Langkah ini disiapkan untuk menopang lonjakan kebutuhan energi pusat data (data center) nasional yang saat ini berkapasitas 0,45 hingga 0,58 GW.
- Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan
- Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini
- Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan
Sementara itu, pada prioritas kedua, Pemerintah menyasar pemenuhan kebutuhan 9 juta talenta digital pada tahun 2030 melalui Beasiswa Digital Talent, insentif Super Tax Deduction hingga 200% untuk pelatihan vokasi, serta kolaborasi Danantara bersama Arm dalam melatih 15.000 insinyur desain cip semikonduktor dalam kurun waktu 3 tahun.
Adapun pada prioritas ketiga, Pemerintah mengakselerasi adopsi AI pada sektor manufaktur, rantai pasok, dan layanan publik seperti Sistem OSS, logistik, perpajakan, serta kesehatan dengan memanfaatkan fondasi kuat 229 juta pengguna internet dan 22 juta UMKM terdigitalisasi, serta menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai pusat riset dan komersialisasi.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa pada prioritas keempat, Pemerintah memperkuat tata kelola dan kolaborasi global melalui partisipasi sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) yang berpotensi membuka peluang investasi baru senilai USD8 hingga 12 miliar. Inisiatif ini juga diperkuat melalui Project NUSA sebuah kolaborasi AI antara Indonesia dan Singapura guna memperluas akses teknologi yang aman, terpercaya, serta mendukung penciptaan lapangan kerja baru.
Sejalan dengan langkah tersebut, Menko Airlangga menegaskan bahwa penerapan AI di seluruh sektor wajib memprioritaskan faktor keamanan, akuntabilitas, perlindungan publik, dan kepastian regulasi. Komitmen ekosistem nasional ini ditunjukkan melalui peluncuran inisiatif AI.ID, KORIKA Claw, KORIKA Token, serta KORIKA Project NUSA sebagai instrumen praktis berbasis bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat luas.
“Mari kita satukan upaya kita untuk menjadikan AI sebagai kekuatan pendorong transformasi ekonomi Indonesia. Melalui kedaulatan teknologi dan aksi kolektif, kita dapat membangun Indonesia yang produktif, inovatif, inklusif, dan berdaya saing global” pungkas Menko Airlangga.
Turut hadir secara hybrid dalam acara tersebut antara lain Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, Presiden KORIKA Hammam Riza, Dewan Pengawas sekaligus salah satu pendiri KORIKA Bambang Riyanto, Chief Technical Advisor UNIDO Salil Dutt, serta perwakilan Kementerian/Lembaga, serta pelaku industri. (aml/fln/tam)
- Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar
- 3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah
- Transformasi Struktur Ekonomi Buka Peluang Baru, Pemerintah Perkuat Investasi dan Kesiapan Tenaga Kerja
Sumber: ekon.go.id












