Pemerintah Menggali Peluang Pengembangan Ekonomi Berbasis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Avatar photo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Dalam rangka implementasi kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP), perlu diperkuat koordinasi antar unit kerja dan pengawasan berjalannya implementasi tersebut. Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, melalui Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Kunjungan Kerja di (KITB), Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (9/10) lalu.

Selain  itu, kunjungan kerja juga ingin menggali peluang pengembangan ekonomi berbasis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta meninjau secara langsung perkembangan ekosistem industri terpadu beserta infrastruktur pendukung di KITB.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Pujo Setio dalam pembukaan rapat koordinasi tersebut menekankan pentingnya peran kawasan industri, khususnya yang dikelola melalui KEK dalam mengawal pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kemenko Perekonomian berkomitmen mengawal pengembangan kawasan industri terpadu secara komprehensif melalui pemenuhan standar industri halal, kemudahan fasilitasi perdagangan, serta penguatan konektivitas logistik terintegrasi dan pengoptimalan fasilitas dry port. Di samping itu, penyediaan infrastruktur digital dan daya tarik investasi data center disiapkan guna menjawab kebutuhan teknologi masa depan seperti Artificial Intelligence (AI),” jelas Sesdep Pujo.

Tak kalah krusial, Kemenko Perekonomian juga mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui percepatan penyaluran pembiayaan, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor logistik, guna memperkuat daya saing dan integrasi pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) sebagai penopang rantai pasok serta penyedia kebutuhan operasional kawasan industri.

Melengkapi pemaparan tersebut, Kepala Divisi Marketing KITB menyampaikan rekam jejak perkembangan kawasan dari tahun 2020 hingga 2026. KITB dikembangkan dengan rancangan Masterplan Integrated Industrial Estate seluas 4.300 hektare yang mencakup tiga cluster utama, yakni Cluster 1 (Creation), Cluster 2 (Innovation), dan Cluster 3 (Leisure).

Melalui skema kerja sama TCTP, sebanyak 90 hektare lahan telah teralokasikan untuk 42 tenant. Akumulasi komitmen investasi yang berhasil dicatatkan hingga Agustus 2026 mencapai Rp114,5 triliun (setara USD6,4 miliar), dengan realisasi investasi pasca penetapan status KEK pada periode Maret 2025-Juni 2026 sebesar Rp6,18 triliun. Kawasan ini juga didukung konektivitas moda kereta api jalur Pekalongan-Batang, fasilitas dry port, serta potensi pengembangan sektor pariwisata (tourism).

Setelah pelaksanaan rapat koordinasi, rombongan melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah unit industri di lingkungan KITB. Peninjauan diawali ke pabrik PT KCC Glass Indonesia untuk melihat secara langsung proses manufaktur kaca berkualitas tinggi yang diproduksi untuk memenuhi pasar ekspor ke Korea Selatan. Selanjutnya, rombongan meninjau operasional PT Trax Sumbiri Indo (Trax Group), pabrik garmen berstandar global asal Thailand yang memproduksi pakaian olahraga (sportswear OEM) seperti kaus seragam sepak bola, pakaian lari, golf, hingga motorsports apparel, di mana seluruh hasil produksinya ditujukan untuk pasar ekspor global dengan tujuan utama ke Eropa, Amerika, Asia, dan wilayah lainnya.

Rangkaian kegiatan kunjungan kerja kemudian diakhiri dengan peninjauan ke Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma di Ruas Tol Pejagan-Pemalang, Kabupaten Brebes. Kunjungan diterima oleh Direktur Utama PT PP Sinergi Banjaratma sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola kawasan rest area tersebut dan rombongan mendapatkan penjelasan langsung mengenai model pengelolaan berbasis cagar budaya serta optimalisasi potensi ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMK lokal.

“Melalui sinergi ini, Kemenko Perekonomian terus mendorong terciptanya konektivitas ekonomi yang inklusif antara kawasan industri dan pelaku usaha UMK, jaringan logistik, pengelola jalan tol, BUMN, serta pemerintah daerah, khususnya Jawa Tengah,” pungkas Sesdep Pujo.

Rapat koordinasi strategis tersebut juga dihadiri antara lain oleh Inspektur Kemenko Perekonomian, Plt. Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Digital, Plt. Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional, Kepala Biro Perencanaan dan Pembentukan KEK (Plt. Administrator KEK Batang), serta perwakilan Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan serta Asisten Deputi Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen, dan Tertib Niaga. Sementara itu, dari pihak pengelola kawasan KITB hadir antara lain Direktur Operasional, Head of Project Management Office (PMO), Kepala Divisi Corporate Secretary, serta Kepala Divisi Marketing. (dep3/rep/iqb/tam)


Sumber: ekon.go.id

Berita Terkait

Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan
Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini
Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan
Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar
3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah
Transformasi Struktur Ekonomi Buka Peluang Baru, Pemerintah Perkuat Investasi dan Kesiapan Tenaga Kerja
Cadangan Devisa Oktober 2026 Tetap Terjaga
Menkeu Suahasil Nazara: Investasi Perlu Tumbuh 7% untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:42 WIB

Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan

Jumat, 6 November 2026 - 19:55 WIB

Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini

Jumat, 6 November 2026 - 19:20 WIB

Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan

Jumat, 6 November 2026 - 18:59 WIB

Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar

Jumat, 6 November 2026 - 17:08 WIB

3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp