IHSG Terkoreksi 0,13 Persen, Kapitalisasi Pasar Bursa Efek Indonesia Menyusut Rp118 Triliun dalam Sepekan

Avatar photo

Minggu, 8 November 2026 - 08:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Aktivitas investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) menghadapi perlambatan pada awal November 2026. Frekuensi transaksi harian turun 16,44 persen menjadi 1,29 juta kali.

Aktivitas investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) menghadapi perlambatan pada awal November 2026. Frekuensi transaksi harian turun 16,44 persen menjadi 1,29 juta kali.

HARIANINDONESIARAYA.COM – Apakah pembelian bersih investor asing sebesar Rp328,20 miliar pada Jumat, (06/11/2026), menjadi tanda masuknya kembali modal ke pasar saham Indonesia?

Mengapa investor asing masih mencatatkan penjualan bersih hingga Rp98,08 triliun sepanjang 2026 meskipun sempat melakukan aksi beli?

Seberapa besar perlambatan aktivitas perdagangan BEI mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap saham domestik?

Investor Asing Catat Net Buy Rp328,20 Miliar Akhir Pekan, Namun Posisi Tahunan Masih Tertekan

Investor asing mencatatkan pembelian bersih saham atau net buy sebesar Rp328,20 miliar pada perdagangan Jumat, (06/11/2026), di tengah pelemahan aktivitas perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aksi beli tersebut menjadi salah satu perkembangan positif pada penutupan pekan perdagangan 2–6 November 2026.

Namun, secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp98,08 triliun.

Data yang dihimpun dari pemberitaan perdagangan harian menunjukkan bahwa transaksi asing selama pekan tersebut secara keseluruhan masih mencatatkan penjualan bersih sekitar Rp167 miliar.

Artinya, pembelian pada Jumat belum sepenuhnya menghapus tekanan jual asing yang terjadi pada hari-hari sebelumnya.

Nilai Transaksi Harian Saham Turun 23 Persen, Frekuensi Perdagangan Ikut Melemah

Tekanan terhadap pasar saham juga terlihat dari penurunan rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 23% menjadi Rp11,04 triliun dari Rp14,34 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 16,44% menjadi 1,29 juta kali transaksi dibandingkan sebelumnya sebanyak 1,54 juta kali.

Adapun rata-rata volume perdagangan harian berkurang 3,50% menjadi 31,29 miliar saham dari 32,43 miliar saham.

Kombinasi penurunan ketiga indikator tersebut memperlihatkan perlambatan aktivitas perdagangan saham domestik selama pekan pertama November 2026.

IHSG Terkoreksi 0,13 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Berkurang Rp118 Triliun

Sekretaris Perusahaan BEI, El Sierra Putri Yosita, menyampaikan bahwa IHSG mengalami koreksi 0,13% menjadi 5.050,429 dibandingkan posisi pekan sebelumnya sebesar 5.057,050.

Kapitalisasi pasar juga turun 1,34% menjadi Rp8.744 triliun dari Rp8.862 triliun atau menyusut sekitar Rp118 triliun.

Pelemahan kapitalisasi pasar tersebut menunjukkan berkurangnya nilai agregat pasar saham yang tercatat di BEI selama periode pengamatan.

Meski demikian, koreksi IHSG yang relatif terbatas memperlihatkan bahwa penurunan indeks tidak sedalam pelemahan sejumlah indikator aktivitas transaksi.

Arus Dana Asing Menjadi Indikator yang Perlu Dicermati Investor pada Perdagangan Selanjutnya

Pergerakan investor asing menjadi salah satu indikator yang dapat dipantau untuk memahami perubahan minat terhadap saham-saham di pasar domestik.

Pembelian bersih pada Jumat memberikan catatan positif, tetapi posisi net sell Rp98,08 triliun sepanjang tahun menunjukkan bahwa tekanan akumulasi dana asing masih besar.

Penutup: Investor perlu mencermati konsistensi arus dana asing pada pekan berikutnya untuk menilai apakah aksi beli terakhir merupakan awal pemulihan atau sekadar transaksi positif sesaat.****

Berita Terkait

Peluang IPO Waralaba Lokal Terbuka, Kementerian UMKM Tekankan Tata Kelola dan Fundamental Bisnis
Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Luncurkan Stimulus Diskon Transportasi
OJK Ungkap Kredit Perbankan Tumbuh 13,26 Persen, Kredit Korporasi Melaju 21,31 Persen pada September 2026
Ekonomi Tumbuh 5,47 Persen, BPS dan Indef Ungkap Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan
George Yeo Tambah Kepemilikan Saham Wilmar di Tengah Investigasi Karhutla, Ini Fakta Transaksi dan Regulasi Baru
BEI Desak 12 Emiten Buyback Saham Sebelum Delisting, Kepemilikan Investor Publik Jadi Perhatian
Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan
Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 11:57 WIB

Peluang IPO Waralaba Lokal Terbuka, Kementerian UMKM Tekankan Tata Kelola dan Fundamental Bisnis

Minggu, 8 November 2026 - 11:53 WIB

Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Luncurkan Stimulus Diskon Transportasi

Minggu, 8 November 2026 - 08:57 WIB

IHSG Terkoreksi 0,13 Persen, Kapitalisasi Pasar Bursa Efek Indonesia Menyusut Rp118 Triliun dalam Sepekan

Sabtu, 7 November 2026 - 08:03 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,47 Persen, BPS dan Indef Ungkap Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan

Sabtu, 7 November 2026 - 07:10 WIB

George Yeo Tambah Kepemilikan Saham Wilmar di Tengah Investigasi Karhutla, Ini Fakta Transaksi dan Regulasi Baru

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp