Penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, serta berkarakter mulia menjadi fondasi utama dalam mengawal agenda pembangunan nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045. Di tengah dinamika perekonomian global dan domestik, pemahaman mengenai dasar-dasar ilmu ekonomi, indikator makroekonomi, hingga peran strategis kebijakan pemerintah perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda agar mampu menjadi pelaku ekonomi yang bijak dan adaptif.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkomitmen mendukung penguatan kapasitas generasi muda tersebut, salah satunya melalui penerimaan Kunjungan Studi Peserta Jambore Nasional ke-XII Tahun 2026 yang berlangsung pada 19-20 Agustus 2026 di Jakarta, (20/08). Kegiatan edukatif ini dirancang sebagai wadah interaktif untuk mengenalkan peran Kemenko Perekonomian dalam mengoordinasikan, menyinkronkan, dan mengendalikan kebijakan ekonomi nasional.
“Pramuka itu mendidik hal yang baik. Itu bagus. Ikutin dengan baik. Pramuka itu melatih kebersamaan. Melatih kemandirian. Melatih supaya kita menjadi lebih terampil. Menjadi lebih tangkas,” ungkap Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, dan Kesehatan Kemenko Perkonomian Mochamad Edy Yusuf menyampaikan materi pada hari pertama dengan tema “Pramuka Cerdas Ekonomi, Kenali Ekonomi, Siapkan Masa Depan”.
Lebih lanjut dalam paparannya, Asisten Deputi Mochamad Edy Yusuf menjelaskan indikator makroekonomi Indonesia terkini, di antaranya capaian Pertumbuhan Ekonomi sebesar 5,29% (yoy) dan Inflasi yang terjaga di angka 2,88% (yoy). Selain itu, dipaparkan pula pentingnya pemahaman mengenai tiga kegiatan ekonomi utama produksi, distribusi, dan konsumsi, serta interaksi antara rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan sektor luar negeri dalam menggerakkan roda perekonomian.
- Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan
- Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini
- Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan
Tak hanya menyampaikan substansi ekonomi, Asdep Edy juga membekali para peserta dengan 3 Kiat Utama Meraih Kesuksesan Berkarakter, yaitu penguatan Kompetensi (pintar dan fokus), pilar Kesehatan (Eat well, Sleep well, Oxygen, Stress Management, Exercise), serta Karakter Mulia (baik hati, bertanggung jawab, dan menjaga kepercayaan).
Diskusi interaktif yang dipandu oleh Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenko Perekonomian Yogy Ikhwanto tersebut turut menekankan bahwa aksi kecil generasi muda seperti belanja bijak, menabing, mencintai produk lokal, hingga hemat energi memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Kunjungan Hari Kedua: Peran Kemenko Perekonomian sebagai Orkestrator
Memasuki pembahasan di hari kedua, para peserta diajak untuk memahami lebih dekat fungsi Kemenko Perekonomian sebagai pusat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan perekonomian nasional.
“Bagaimana Kemenko Perekonomian di kantor kita ini mengharmonisasikan sebagai orkestrator. Itulah kami yang mengatur bagaimana pola-pola itu bisa diharmonisasikan supaya tujuan kita itu dalam membantu presiden tepat sasaran,” ujar Analis Kebijakan Ahli Madya pada Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian Satrio Adhitomo memberikan sesi pada hari ke-2 bertajuk “Kemenko Perekonomian sebagai Orkestra Perekonomian Nasional”.
Satrio menekankan pentingnya hilirisasi industri sebagai mesin penggerak perekonomian nasional yang terbukti meningkatkan nilai tambah ekonomi secara signifikan. Langkah strategis seperti pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi melalui pembangunan smelter dan gasifikasi batubara tidak hanya menghentikan ketergantungan pada ekspor bahan mentah, tetapi juga mendorong realisasi investasi, pemberdayaan masyarakat, serta membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah.
- Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar
- 3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah
- Transformasi Struktur Ekonomi Buka Peluang Baru, Pemerintah Perkuat Investasi dan Kesiapan Tenaga Kerja
Pranata Humas Ahli Muda Iqbal Mustika Jaya sebagai moderator juga memandu diskusi dengan interaktif dan mengulas singkat mengenai peran Kemenko Perekonomian, pilar digitalisasi, ketahanan pangan, dan ekonomi hijau melalui pendekatan yang relevan dengan Dasa Darma Pramuka untuk membina jiwa kewirausahaan, pengelolaan keuangan bijak, dan cinta produk lokal demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (aml/iqb/tam)
Sumber: ekon.go.id












