Danantara Indonesia Menjalin Kemitraan Strategis dengan Produsen Protein Global Terkemuka untuk Mendukung Pengembangan Ekosistem Protein Indonesia

Avatar photo

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM), telah menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan JBS Group, produsen protein global terkemuka. Kemitraan strategis jangka panjang yang berfokus pada operasional JBS di Australia dan Selandia Baru ini mencerminkan strategi Danantara Indonesia dalam menjalin kemitraan dengan operator kelas dunia serta berinvestasi pada sektor yang menawarkan relevansi global yang berkelanjutan serta peluang penciptaan nilai (value creation).

Transaksi ini mencakup investasi senilai USD 2,5 miliar untuk 25% kepemilikan pada joint venture (JV) baru yang mengelola operasi JBS di Australia dan Selandia Baru. Selain itu, JV ini dapat menghimpun pembiayaan investasi tambahan hingga USD 2,5 miliar secara bertahap, sehingga total modal yang tersedia akan mencapai USD 5 miliar. Pembiayaan ini akan digunakan untuk mendanai akuisisi dan investasi greenfield di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.

Investasi ini akan memberikan DIM akses kepada ekosistem bisnis di pasar yang telah mapan serta kepada manajemen yang berpengalaman dengan kemampuan operasional yang telah teruji. Sepanjang perjalanannya, JBS telah menunjukkan rekam jejak penciptaan nilai (value creation) yang solid melalui pertumbuhan yang konsisten, perluasan pangsa pasar, dan kemampuan beradaptasi di tengah berbagai siklus industri yang berfluktuasi.

Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, mengatakan, “Kemitraan strategis ini mencerminkan komitmen Danantara Indonesia dalam membangun kolaborasi dengan mitra global yang sejalan dengan mandat investasi kami.”

“Selain mendapatkan akses terhadap ekosistem bisnis yang telah mapan di pasar internasional yang maju, kemitraan ini diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman sekaligus jalur distribusi dari perusahaan protein global terkemuka yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan jangka panjang sektor protein Indonesia,” tambah Pandu.

Gilberto Tomazoni, Global Chief Executive Officer JBS, menekankan, “Kemitraan dengan Danantara Indonesia menandai langkah penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang kami di Asia Tenggara. Sebagai salah satu pilar utama platform global JBS, bisnis kami di Australia dan Selandia Baru memiliki operasional yang unggul, standar kelas dunia, dan potensi pertumbuhan yang signifikan. Bersama Danantara, kami berada pada posisi yang tepat untuk memperluas kehadiran kami di Indonesia dan Asia Tenggara, memperkuat rantai pasok protein regional, memperluas akses pasar, serta mempercepat pengembangan sektor protein Indonesia.”

Transaksi ini bergantung pada persetujuan regulator serta penyelesaian kesepakatan antar pihak. Danantara Indonesia berkomitmen penuh terhadap proses tersebut dan akan menuntaskan setiap tahapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Sumber: danantaraindonesia.co.id

Berita Terkait

Mengapa Bank Bisa Kekurangan Uang Tunai? Memahami Short Liquidity, Liquidity Mismatch, dan Risiko Perbankan
Pandu Sjahrir Evaluasi Portofolio Investasi, Danantara Indonesia Jadi Prioritas dan Supra Sekuritas Mulai Dilepas
OJK Sanksi Mantan Direksi PT Bintang Oto Global Tbk, Begini Duduk Perkara Pencatatan Dana IPO Rp185,4 Miliar
Rekam Jejak Lianiwati di Pasar Modal, Izin WPPE Berakhir 2020 dan Kini Dilarang Beraktivitas 10 Tahun
Bank J Trust Bidik Pertumbuhan Mandiri pada 2027, Abdullah Firman Wibowo Disiapkan Menjadi Direktur Utama
Grup Salim Perkuat Permodalan Bank Ina, Anthoni Salim Siapkan Penyerapan Maksimal 350 Juta Saham BINA
Wamenkeu Nurkholishoh Ungkap Transformasi Kemenkeu yang Berbasis Inovasi Teknologi dan SDM
Danantara Simpan Rp119 Triliun di Deposito, Mengapa Bank Himbara Menjadi Tujuan Utama Penempatan Dana?

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:17 WIB

Mengapa Bank Bisa Kekurangan Uang Tunai? Memahami Short Liquidity, Liquidity Mismatch, dan Risiko Perbankan

Kamis, 5 November 2026 - 17:33 WIB

Pandu Sjahrir Evaluasi Portofolio Investasi, Danantara Indonesia Jadi Prioritas dan Supra Sekuritas Mulai Dilepas

Kamis, 5 November 2026 - 15:59 WIB

OJK Sanksi Mantan Direksi PT Bintang Oto Global Tbk, Begini Duduk Perkara Pencatatan Dana IPO Rp185,4 Miliar

Kamis, 5 November 2026 - 15:29 WIB

Rekam Jejak Lianiwati di Pasar Modal, Izin WPPE Berakhir 2020 dan Kini Dilarang Beraktivitas 10 Tahun

Kamis, 5 November 2026 - 14:53 WIB

Bank J Trust Bidik Pertumbuhan Mandiri pada 2027, Abdullah Firman Wibowo Disiapkan Menjadi Direktur Utama

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp