HARIAN INDONESIA RAYA – Mengapa persaudaraan menjadi modal penting bagi organisasi kemasyarakatan di tengah keberagaman Indonesia?
Bagaimana organisasi berbasis marga dapat memperluas kontribusi sosialnya?
Apa pesan Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta dalam perayaan satu dekade Perkumpulan Marga Wang Indonesia?
Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Wilianto Tanta menghadiri perayaan HUT ke-10 dan pelantikan pengurus periode ketiga Perkumpulan Marga Wang Indonesia di Suncity, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wilianto menekankan pentingnya memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan membangun persatuan sebagai landasan kontribusi organisasi terhadap masyarakat dan bangsa.
Persaudaraan Menjadi Fondasi Organisasi yang Kuat
Wilianto menyampaikan selamat atas perjalanan satu dekade Perkumpulan Marga Wang Indonesia sekaligus kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.
Ia menilai kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh persaudaraan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang tumbuh di antara anggotanya.
Nilai-nilai tersebut menjadi modal untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus menggerakkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menjaga Kerukunan di Tengah Keberagaman
Wilianto menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
“Kita boleh berasal dari marga yang berbeda dan memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama: menjaga persaudaraan, merawat kerukunan, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik,” tegas Wilianto Tanta, Ketua Umum PSMTI.
Pesan tersebut menempatkan persaudaraan sebagai nilai yang melampaui perbedaan latar belakang dan menjadi dasar untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pelestarian Budaya dan Pembinaan Generasi Muda
Wilianto berharap Perkumpulan Marga Wang Indonesia terus menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan, melestarikan nilai luhur budaya, serta membina generasi muda.
Menurutnya, organisasi tidak cukup hanya menjadi tempat berkumpulnya anggota, tetapi juga perlu berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Pengembangan program yang bermanfaat diharapkan dapat memperluas kontribusi organisasi bagi lingkungan sekitar.
Sinergi Organisasi untuk Kepentingan Masyarakat
Wilianto berharap Perkumpulan Marga Wang Indonesia dapat terus bersinergi dengan PSMTI dan berbagai elemen masyarakat lainnya melalui komunikasi, kebersamaan, dan semangat persatuan.
Kepada pengurus baru, ia berpesan agar amanah organisasi dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, dan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
Sejumlah tokoh turut menghadiri acara tersebut, termasuk Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua Umum Perhimpunan Fujian Indonesia Didi Dawis, Ketua Umum Persatuan Guangdong Indonesia Rusli Gunawan, David Herman Jaya, Ketua Umum PERPIT Abdul Alek Soelystio, dan Pui Sudarto.
Perayaan HUT ke-10 dan pelantikan pengurus diharapkan menjadi momentum bagi Perkumpulan Marga Wang Indonesia untuk memperkuat solidaritas serta meningkatkan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.****












