Menkeu Suahasil Dorong BPDLH Terus Jadi Institusi Pengelola Dana Lingkungan Hidup yang Kredibel

Avatar photo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, menegaskan pentingnya peran Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) sebagai institusi yang kredibel dalam menghubungkan sumber pembiayaan, terutama dari mitra internasional, dengan kebutuhan nyata perlindungan lingkungan hidup di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menkeu Suahasil dalam Peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 BPDLH, Jumat (09/10).

“Saya sekali lagi ingin menggarisbawahi, menjadi lembaga yang dipercaya, yang kredibel untuk menghubungkan sumber pembiayaan, terutama dari dunia internasional, dengan kebutuhan nyata perlindungan lingkungan hidup yang dikerjakan oleh seluruh kementerian dan lembaga,” tegas Menkeu. 

Sejak berdiri, BPDLH telah mengelola dana mencapai USD1,3 miliar yang bersumber dari donor dan APBN. Pendanaan tersebut mendukung berbagai program perlindungan lingkungan hidup, mulai dari rehabilitasi ekosistem mangrove, pengelolaan karbon, hingga pendanaan risiko bencana. Capaian ini mencerminkan peran strategis BPDLH dalam mengonsolidasikan berbagai sumber pendanaan untuk mendukung agenda lingkungan hidup Indonesia.

Ke depan, Menkeu Suahasil meminta BPDLH memperkuat keterkaitan antara pendanaan dari mitra pembangunan internasional dan program pemerintah yang didukung APBN. Menurut Menkeu, sinergi tersebut perlu ditunjukkan secara konkret, termasuk melalui keterkaitan antara pendanaan BPDLH, agenda pemerintah, dan penganggaran perubahan iklim. Dengan demikian, Indonesia dapat membangun narasi yang lebih kuat kepada mitra internasional mengenai arah kebijakan, komitmen, dan kontribusi anggaran nasional dalam perlindungan lingkungan hidup.

“Donor adalah satu hal, tetapi kemudian memberi tahu kepada mitra internasional kita bahwa Indonesia juga punya satu set agenda dan agenda ini dibiayai oleh budget, dan kalau mitra pembangunan internasional kita akan masuk, itu menjadi komplemen dari budget tersebut, itu akan menjadi suatu narasi yang menciptakan kredibilitas kita ke depan,” jelas Menkeu.

Lebih lanjut, Menkeu mendorong BPDLH memperkuat pengelolaan Pooling Fund Bencana (PFB). Instrumen ini diharapkan berkembang menjadi mekanisme pendanaan jangka panjang yang mampu memperkuat kapasitas Indonesia menghadapi risiko bencana, bukan sekadar membiayai kebutuhan jangka pendek.

“Saya mau minta untuk BPDLH yang saat ini mendapatkan kepercayaan mengelola Pooling Fund Bencana, jadilah pengelola dana abadi Pooling Fund Bencana kita dengan baik,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Menkeu berharap momentum tujuh tahun BPDLH menjadi penguat kolaborasi, tata kelola, dan inovasi pembiayaan lingkungan hidup. Dengan kredibilitas yang semakin kuat, BPDLH diharapkan memperluas dampak pendanaan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan.

“Terus menjadi institusi yang dipercaya, kredibel, berdampak, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berkelanjutan,” pungkasnya. (lh/al)


Sumber: kemenkeu.go.id

Berita Terkait

Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan
Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini
Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan
Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar
3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah
Transformasi Struktur Ekonomi Buka Peluang Baru, Pemerintah Perkuat Investasi dan Kesiapan Tenaga Kerja
Cadangan Devisa Oktober 2026 Tetap Terjaga
Menkeu Suahasil Nazara: Investasi Perlu Tumbuh 7% untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:42 WIB

Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan

Jumat, 6 November 2026 - 19:55 WIB

Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini

Jumat, 6 November 2026 - 19:20 WIB

Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan

Jumat, 6 November 2026 - 18:59 WIB

Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar

Jumat, 6 November 2026 - 17:08 WIB

3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp