Perekonomian Indonesia terus diarahkan untuk tumbuh lebih tinggi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Meski prospek ekonomi global pada 2027 diperkirakan akan tetap baik, berbagai risiko geopolitik, energi dan biaya, perdagangan dan investasi, serta ruang fiskal perlu terus diantisipasi melalui kebijakan yang mampu menjaga ketahanan fundamental sekaligus menciptakan ruang bagi pertumbuhan yang lebih kuat.
“Bapak Presiden berusaha untuk menegakkan masalah compliance sama good governance, sama kata kelola yang baik. Karena memang untuk membawa Indonesia maju itu tata kelola dan compliance itu menjadi salah satu yang krusial bagi dunia usaha,” ujar Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Drajad Hari Wibowo saat menyampaikan opening keynote pada Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10).
Pemerintah terus memperkuat tata kelola dan kepatuhan sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim usaha yang sehat dan memberikan kepastian bagi dunia usaha. Penguatan kepastian berusaha antara lain dilakukan melalui Peraturan Pemerintah omor 28 tahun 2025 yang memperkuat service level agreement (SLA) dalam proses perizinan, penerapan mekanisme fiktif positif, serta penguatan Satgas P3MPPE dengan kanal layanan yang tersedia selama 24 jam dan 7 hari. Langkah tersebut berjalan seiring dengan upaya mendorong kolaborasi antara Pemerintah dan sektor swasta sebagai mitra strategis dalam mencapai target pertumbuhan, pemerataan, dan stabilitas ekonomi.
Ketahanan fundamental ekonomi Indonesia tercermin dari sejumlah indikator yang tetap positif. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45% pada semester I 2026, sementara realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun. Pada kuartal II 2026, investasi tumbuh 7,1% (yoy), dengan 50,1% investasi berada di luar Jawa. Realisasi investasi hilirisasi juga mencapai Rp152,7 triliun atau tumbuh 5,7% (yoy).
- Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan
- Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini
- Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan
Penguatan investasi akan terus diarahkan pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi, termasuk melalui agenda hilirisasi, pengembangan industri padat karya, serta pembangunan kawasan industri. Sebanyak 25 kawasan industri mencatat investasi kumulatif Rp368 triliun dan menyerap lebih dari 283 ribu tenaga kerja hingga 30 Juni 2026 dengan 18 kawasan industri berada di luar Jawa. Di sisi lain, dalam sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) yang menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja dengan nilai ekspor sekitar USD12 miliar, Pemerintah memandang industri tersebut tetap memiliki prospek dan tetap menjadi bagian dari pengembangan industri padat karya. Penguatan kualitas dan kesiapan tenaga kerja juga terus dilakukan melalui program magang nasional dan pengembangan pendidikan vokasi.
Selain memperkuat sumber-sumber pertumbuhan domestik, Indonesia juga terus meningkatkan integrasi dengan perekonomian global melalui berbagai forum dan kerja sama ekonomi, termasuk G20, ASEAN, RCEP, aksesi OECD, CPTPP, IEU-CEPA, dan CEPA Indonesia-Kanada. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar dan investasi sekaligus memperkuat transformasi teknologi melalui pengembangan artificial intelligence, data center, semikonduktor, dan ekonomi digital sebagai sumber pertumbuhan baru.
Memasuki 2027, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% sebagai bagian dari upaya menuju pertumbuhan 8% dalam jangka menengah. Untuk mencapai sasaran tersebut, investasi perlu tumbuh lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi, disertai peningkatan produktivitas dan penguatan ekspor bernilai tambah. Percepatan pertumbuhan tersebut juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi rakyat melalui kolaborasi antara Pemerintah, dunia usaha, investor, perbankan, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan. “Tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat, menuju 8%,” menjadi semangat bersama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
“Pemerintahan ingin memastikan bahwa investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, dan memperkuat industri nasional. Pemerintahan tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha, investor, perbankan, dan perwakilan akademisi, media, semua pemangku kepentingan untuk terus membangun optimisme dan kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia,” pungkas Wamenko Drajad.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, Executive Chairman B Universe Enggartiasto Lukita, Direktur Utama B Universe Rio Abdurachman, serta para pelaku usaha. (map/fln/tam)
Sumber: ekon.go.id












