Strategi Menteri Keuangan Suahasil Nazara Jaga Kredibilitas APBN

Avatar photo

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menuturkan sejumlah strateginya dalam menjaga kredibilitas dan kepercayaan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama pengelola keuangan negara. Dalam sesi wawancara bersama Retno Pinasti di Gedung AA Maramis, Jakarta, pada Rabu (7/10) silam, ia menegaskan bahwa APBN harus dikelola secara terukur dan transparan agar senantiasa dipercaya oleh masyarakat maupun komunitas internasional. 

“Pemerintah Republik Indonesia itu adalah pemerintah yang harus bisa dipercaya oleh semua pihak. Dipercaya oleh rakyatnya, dipercaya oleh komunitas internasional. APBN sebagai alatnya juga harus bisa dipercaya,” ujar Menteri Keuangan. 

Menurutnya, APBN yang kredibel adalah APBN yang dikelola dengan rapi, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Selain itu, APBN juga didesain secara ekspansif namun terukur. “Terukur, bukan jor-joran, tetapi memang belanja yang dimaksudkan untuk bisa menyentuh kehidupan masyarakat, pelayanan publik harus jalan, operasional pemerintahan cukup efisien, perlindungan sosial harus kita jaga, infrastruktur dasar, infrastruktur perdesaan, infrastruktur sosial harus dibiayai dari APBN,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga efisiensi serta postur anggaran yang sehat, pemerintah pun merancang penurunan defisit APBN dari estimasi sekitar 2,85% pada tahun 2026 menjadi 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada APBN tahun anggaran 2027. “Untuk APBN 2027, kita mendesain APBN dengan defisit 2,4% dari PDB. Ini adalah pesan dari Bapak Presiden kita. APBN betul-betul dibuat lebih efisien,” ucap sang Bendahara Negara.

Menanggapi pertanyaan terkait potensi fluktuasi penerimaan negara, Menkeu menjelaskan bahwa efisiensi anggaran dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun pelaksanaan APBN, bukan melalui pemotongan anggaran yang bersifat reaktif. Fokus utama anggaran tetap dialokasikan pada program-program kerja prioritas nasional di delapan bidang utama.

Menkeu memberi contoh, antara lain pelaksanaan program oleh Badan Gizi Nasional (BGN) diarahkan pada optimalisasi dan efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas layanan serta ketepatan sasaran. Selain itu, penyaluran anggaran Koperasi Desa Merah Putih & Kampung Nelayan dipastikan berjalan sesuai tata kelola yang baik demi memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di daerah.

Mengenai strategi pembiayaan dan penerbitan surat utang negara, Menkeu Suahasil menerangkan bahwa pemerintah menerapkan diversifikasi portofolio, baik dalam mata uang Rupiah maupun valuta asing. Ia menilai, penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel seperti ORI dan SBR kepada masyarakat domestik merupakan langkah positif karena pembayaran bunga kembali ke masyarakat Indonesia sendiri.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu Suahasil juga memberikan perhatian serius terhadap isu integritas di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia memastikan untuk terus menerapkan program penguatan integritas di setiap kantor pelayanan Kemenkeu. “Kita tidak akan memberi ruang kepada pencederaan integritas, korupsi, dan hal-hal yang tidak baik yang dilakukan oleh seluruh pegawai Kementerian Keuangan,” tegasnya. (dm/al)


Sumber: kemenkeu.go.id

Berita Terkait

Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan
Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini
Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan
Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar
3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah
Transformasi Struktur Ekonomi Buka Peluang Baru, Pemerintah Perkuat Investasi dan Kesiapan Tenaga Kerja
Cadangan Devisa Oktober 2026 Tetap Terjaga
Menkeu Suahasil Nazara: Investasi Perlu Tumbuh 7% untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:42 WIB

Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan

Jumat, 6 November 2026 - 19:55 WIB

Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini

Jumat, 6 November 2026 - 19:20 WIB

Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan

Jumat, 6 November 2026 - 18:59 WIB

Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar

Jumat, 6 November 2026 - 17:08 WIB

3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp