Wamenkeu Juda Agung: Bonus Demografi Jadi Momentum Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Avatar photo

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa Indonesia harus memanfaatkan momentum bonus demografi dalam sekitar 15 tahun ke depan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mencapai status negara berpendapatan tinggi. Upaya ini membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), produktivitas, dan daya saing industri agar besarnya penduduk usia produktif dapat menjadi pendorong kemakmuran nasional.

Menurut Wamenkeu, besarnya angkatan kerja, generasi muda yang semakin terhubung dengan teknologi, serta luasnya pasar domestik merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, peluang tersebut tidak akan otomatis menghasilkan manfaat ekonomi tanpa dukungan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), keterampilan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja produktif.

“Kita tidak boleh menjadi negara yang menua sebelum menjadi negara yang kaya,” kata Wamenkeu pada acara Prasasti Indonesia Policy Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta pada Selasa (13/10).

Selain memanfaatkan bonus demografi, Wamenkeu mengungkapkan bahwa Indonesia juga perlu keluar dari pola pertumbuhan yang terlalu bergantung pada aktivitas dengan nilai tambah rendah. Pemanfaatan sumber daya alam, konsumsi domestik, dan pembangunan infrastruktur telah memberikan kontribusi penting bagi perekonomian. Namun, peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan memerlukan industri yang lebih kompleks, yang menghubungkan pendidikan, riset, teknologi, dan dunia usaha.

“Kita harus bergerak dari sekadar memiliki sumber daya alam menjadi menguasai kemampuan mengolahnya. Dari memproduksi barang menjadi merancang dan mengembangkan produk bernilai tambah tinggi. Dari sekedar menjadi pasar bagi produk-produk global menjadi bagian penting dari rantai nilai global,” ujar Wamenkeu.

Di samping itu, Wamenkeu juga mengatakan Indonesia perlu meningkatkan produktivitas dan kompleksitas ekonomi melalui penguatan industri, hilirisasi, digitalisasi, inovasi, serta pengembangan produk bernilai tambah tinggi. Langkah ini diperlukan agar Indonesia tidak hanya memperbesar skala ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas produksi dan daya saing di pasar global.

Menutup paparannya, Wamenkeu menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi membutuhkan kolaborasi produktif antara negara, sektor swasta, dan sektor keuangan. Dengan memanfaatkan momentum bonus demografi serta memperkuat produktivitas dan kualitas institusi, Indonesia diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi dan mewujudkan cita-cita menjadi negara berpendapatan tinggi.

“Tidak ada satu institusi atau instrumen kebijakan yang dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan keselarasan kebijakan dan konsistensi pelaksanaan. Itulah cara menuju Indonesia berpendapatan tinggi, pertumbuhan yang lebih tinggi, lebih produktif, dan lebih inklusif,” kata Wamenkeu. (dep/dj)
 


Sumber: kemenkeu.go.id

Berita Terkait

Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan
Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini
Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan
Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar
3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah
Transformasi Struktur Ekonomi Buka Peluang Baru, Pemerintah Perkuat Investasi dan Kesiapan Tenaga Kerja
Cadangan Devisa Oktober 2026 Tetap Terjaga
Menkeu Suahasil Nazara: Investasi Perlu Tumbuh 7% untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:42 WIB

Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan

Jumat, 6 November 2026 - 19:55 WIB

Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini

Jumat, 6 November 2026 - 19:20 WIB

Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan

Jumat, 6 November 2026 - 18:59 WIB

Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar

Jumat, 6 November 2026 - 17:08 WIB

3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp