Wamenkeu Juda Agung: Kredibilitas Fiskal Fondasi bagi APBN yang Berdampak bagi Ekonomi dan Masyarakat

Avatar photo

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Kredibilitas fiskal menjadi fondasi dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus menghadirkan APBN yang optimal dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, dalam acara Australia-Indonesia High Level Policy Dialogue 2026, Senin (12/10).

“Kredibilitas fiskal merupakan modal terpenting yang dibutuhkan Indonesia untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi. Kredibilitas membangun kepercayaan investor, mengurangi ketidakpastian, dan mendukung investasi produktif yang diperlukan untuk transformasi struktural,” ujar Wamenkeu.

Wamenkeu Juda menambahkan pengelolaan fiskal yang kredibel perlu berjalan beriringan dengan fleksibilitas agar APBN tetap mampu merespons perubahan kondisi ekonomi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.

Lebih lanjut, Wamenkeu menjelaskan APBN harus berfungsi optimal dalam menumbuhkan perekonomian, melindungi masyarakat dan mendukung transformasi ekonomi. Hal tersebut didukung melalui strategi belanja yang produktif dan program perlindungan sosial.

“APBN kita harus menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat, dan mentransformasi perekonomian. Belanja produktif mendukung aktivitas ekonomi dan investasi, sementara perlindungan sosial menjaga kesejahteraan serta daya beli masyarakat,” jelasnya.

Untuk menjalankan fungsi tersebut secara berkelanjutan, pemerintah perlu memperkuat penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, dan menjaga pembiayaan yang prudent. Dengan demikian, APBN tetap responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Dalam forum yang mengangkat tema “Structural Transformation through Productivity and Industrial Upgrading” tersebut, Wamenkeu Juda juga menyoroti pentingnya investasi produktif, hilirisasi, dan industrialisasi untuk meningkatkan kapasitas produksi serta nilai tambah ekonomi nasional.

“Kompleksitas ekonomi Indonesia yang relatif rendah justru menjadi alasan mengapa hilirisasi dan industrialisasi menjadi inti strategi pembangunan kita selama satu dekade terakhir. Kita perlu membangun kekuatan yang sudah kita miliki, terutama sumber daya alam, serta secara bertahap beralih ke kegiatan produksi yang lebih canggih dan bernilai tambah lebih tinggi,” tegas Wamenkeu.

Melalui forum dialog yang mempertemukan pemerintah dan akademisi tersebut Indonesia–Australia tersebut, Wamenkeu Juda berharap pertukaran pengalaman dan hasil riset dapat menghasilkan masukan konkret bagi pengembangan kebijakan investasi, industri, dan fiskal.

“Dialog ini memungkinkan kita untuk menguji gagasan, membandingkan pengalaman, serta mengidentifikasi pilihan-pilihan yang dapat memperkuat kapasitas yang produktif. Hasil dari dialog ini dapat menjadi bahan masukan bagi kedua pemerintah. Saya berharap diskusi hari ini dapat mempertajam pemahaman mengenai bagaimana investasi, pengembangan industri, dan kebijakan fiskal dapat saling bersinergi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi,” pungkasnya. (dj/lh)


Sumber: kemenkeu.go.id

Berita Terkait

Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan
Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini
Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan
Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar
3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah
Transformasi Struktur Ekonomi Buka Peluang Baru, Pemerintah Perkuat Investasi dan Kesiapan Tenaga Kerja
Cadangan Devisa Oktober 2026 Tetap Terjaga
Menkeu Suahasil Nazara: Investasi Perlu Tumbuh 7% untuk Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:42 WIB

Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan

Jumat, 6 November 2026 - 19:55 WIB

Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini

Jumat, 6 November 2026 - 19:20 WIB

Kuatnya Ekonomi Indonesia Triwulan III-2026 Diikuti Perbaikan Ketenagakerjaan

Jumat, 6 November 2026 - 18:59 WIB

Perluas Fleksibilitas DHE SDA dan Siapkan Go-Live Portal DSI, Pemerintah Pastikan Ekspor Tetap Lancar

Jumat, 6 November 2026 - 17:08 WIB

3 Alternatif Penguatan Modal MNC Bank Disampaikan OJK, Hary Tanoesoedibjo Diminta Perhatikan Kepentingan Nasabah

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp