Bahlil Kawal Arahan Presiden Prabowo di Rusia, Dorong Kerja Sama Energi RI–Rusia Berdampak Nyata

Avatar photo

Kamis, 3 September 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Bahlil Kawal Arahan Presiden Prabowo di Rusia, Dorong Kerja Sama Energi RI-Rusia Berdampak Nyata

Pesan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar setiap kesepakatan yang dibangun di Vladivostok menghasilkan manfaat yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat menjadi arah bagi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam mengawal kerja sama energi Indonesia-Rusia. Melalui Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, Bahlil memastikan agenda energi tidak berhenti pada komitmen, tetapi diarahkan menuju kerja sama yang konkret dan memberikan nilai tambah bagi kepentingan nasional.

Bahlil mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Federasi Rusia untuk menghadiri EEF ke-11. Kehadiran Menteri ESDM dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menerjemahkan pembahasan tingkat kepala negara ke dalam kerja sama sektoral di bidang energi dan sumber daya mineral.

“Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan,” ujar Bahlil di Vladivostok, Kamis (3/9).

Dalam Sesi Pleno EEF ke-11, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya menempatkan ketahanan energi dan hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Presiden menegaskan bahwa kemitraan Indonesia dan Rusia perlu bergerak lebih jauh dari sekadar pertukaran barang. Rusia memiliki kekuatan pada sumber daya energi, ilmu pengetahuan, dan rekayasa maju, sementara Indonesia memiliki pasar domestik yang besar sekaligus menjadi pintu masuk menuju kawasan ASEAN.

Kekuatan yang saling melengkapi tersebut membuka peluang kolaborasi pada berbagai rantai kegiatan energi, termasuk sektor minyak dan gas bumi. Presiden menyampaikan bahwa Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas.

“Di sektor energi, Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas,” kata Presiden.

Selain sektor migas, Pemerintah Indonesia juga membuka ruang kerja sama pada pengembangan energi masa depan melalui dukungan pengetahuan, teknologi, dan investasi Rusia pada energi terbarukan, modernisasi jaringan ketenagalistrikan, serta pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

“Kami mencari pengetahuan dan investasi di bidang energi terbarukan, jaringan listrik cerdas, dan tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan berskala penuh dengan standar keselamatan tertinggi serta perlindungan internasional,” lanjut Presiden.

Bahlil menegaskan kerja sama tersebut harus memiliki tindak lanjut yang jelas agar memberikan manfaat bagi industri nasional dan masyarakat.

“Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat,” tegas Bahlil.

Kementerian ESDM akan mengawal peluang kerja sama Indonesia-Rusia agar dapat diterjemahkan menjadi program dan investasi yang mendukung ketahanan pasokan, peningkatan produksi energi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta kemandirian energi nasional.


Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Gita Lestari



Sumber: esdm.go.id

Berita Terkait

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti
Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus
Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026
Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana
Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026
Cancel Culture dan RANS Carnival, Bagaimana Tekanan Media Sosial Mengubah Keputusan Musisi untuk Mundur?
Smelter Membludak, Produknya Masih Setengah Jadi: Pemerintah Siapkan Kajian
Pasok Hampir Separuh Pasar Dunia tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalikan Produksi Batu Bara

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:06 WIB

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti

Jumat, 6 November 2026 - 16:31 WIB

Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana

Selasa, 3 November 2026 - 19:52 WIB

Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp