Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo, Badan Geologi Ingatkan Warga Patuhi Jalur Evakuasi

Avatar photo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Sabtu dini hari, guncangan gempa dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan. Setelah gempa di Timur Laut Nagekeo itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat tetap tenang dan waspada, mengikuti arahan BPBD setempat, memeriksa kondisi bangunan, serta mematuhi rambu dan jalur evakuasi.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait gempa bumi dan tsunami. Kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan tetap perlu dijaga, sementara warga diimbau menghindari area tebing yang berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama saat kondisi hujan.

Gempa bumi terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58.23 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum berada pada koordinat 8,33 LS-121,32 BT di Timur Laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dengan magnitudo awal M7,0 dan kedalaman 10 kilometer. Parameter gempa kemudian diperbarui menjadi M7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.

Data GeoForschungsZentrum (GFZ) mencatat episentrum pada koordinat 8,375 LS-121,545 BT dengan magnitudo M6,25 pada kedalaman 10 kilometer.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menjelaskan, lokasi episenter berada di laut. Daerah terdekat memiliki morfologi yang beragam, mulai dari dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, hingga pegunungan. Wilayah tersebut tersusun atas batuan gunung api berumur Tersier serta batuan sedimen berumur Kuarter.

Kondisi geologi itu menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memahami kuatnya guncangan di permukaan.

“Batuan yang telah mengalami pelapukan maupun sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi. Berdasarkan data tapak lokal Vs30, daerah sekitar episenter terklasifikasi dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat/batuan lunak), Kelas Tanah D (tanah sedang), dan Kelas Tanah E (tanah lunak). Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti potensi guncangan gempa bumi di area tersebut terasa lebih intens,” ujar Lana Saria.

Berdasarkan parameter sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme sesar naik yang berasosiasi dengan Zona Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust. Badan Geologi menyatakan daerah tersebut berada dalam Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Menengah hingga Tinggi.

Berdasarkan informasi BMKG, intensitas guncangan tercatat IV-V MMI di Ruteng, V MMI di Kota Bima dan Kabupaten Dompu, serta IV-V MMI di Ende, Labuan Bajo, Maumere, dan Sumba Timur. (SF)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Gita Lestari


Sumber: esdm.go.id

Berita Terkait

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti
Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus
Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026
Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana
Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026
Cancel Culture dan RANS Carnival, Bagaimana Tekanan Media Sosial Mengubah Keputusan Musisi untuk Mundur?
Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Siapkan Storage Minyak hingga 60 Hari dan Bioetanol E20
HBA November Turun Tipis, Harga Batu Bara Kalori Rendah Justru Naik

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:06 WIB

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti

Jumat, 6 November 2026 - 16:31 WIB

Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana

Selasa, 3 November 2026 - 19:52 WIB

Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp