Pedagang Cipinang Sebut Pasokan Beras Melimpah, Stok Toko di Atas 50 Ton

Avatar photo

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, terpantau melimpah seiring meningkatnya produksi dari sejumlah sentra pertanian. Kondisi tersebut tercermin dari stok yang tersedia di tingkat pedagang yang kini rata-rata mencapai lebih dari 50 ton per toko.

Anto, pemilik Toko Beras Idolaku di PIBC, mengatakan ketersediaan pasokan saat ini relatif melimpah dan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di tokonya, tetapi juga dirasakan oleh pedagang beras lainnya di kawasan pasar induk.

“Kalau di sini rata-rata sudah di atas 50 ton. Kalau yang lain mungkin tidak berbeda jauh,” ujar Anto saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Jumat (2/10).

Menurut Anto, pasokan beras yang masuk ke tokonya saat ini mayoritas berasal dari sentra produksi di Pulau Jawa. Salah satu sumber utama berasal dari Indramayu, Jawa Barat, terutama saat daerah tersebut memasuki musim panen.

“Kalau ini dari Indramayu, ada dari yang panen saja. Tapi untuk hampir dua tahun ini beras dari Jawa saja,” katanya.

Ia menambahkan, sumber pasokan dapat semakin beragam ketika sejumlah daerah di luar Jawa memasuki musim panen. Pada periode tersebut, beras dari Sulawesi juga berpotensi masuk ke PIBC untuk memenuhi kebutuhan perdagangan.

“Kalau pas lagi panen, itu bisa dari Sulawesi,” ujarnya.

Gambaran di tingkat pedagang tersebut sejalan dengan pemantauan pemerintah terhadap kondisi pasokan di PIBC. Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada September 2026 mencatat rata-rata pasokan beras yang masuk ke PIBC berada di kisaran 1.500 ton per hari. Secara keseluruhan, stok beras di pasar induk tersebut juga masih dalam kondisi aman.

Ketersediaan pasokan di tingkat perdagangan tidak terlepas dari upaya pemerintah menjaga produksi dan mengantisipasi berbagai tantangan produksi, termasuk potensi dampak El Nino. Kementerian Pertanian melakukan sejumlah langkah mitigasi, antara lain melalui optimalisasi pompanisasi, pemetaan wilayah rawan kekeringan, serta penguatan produksi padi di berbagai sentra.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kementerian Pertanian menunjukkan produksi beras Januari-April 2026 mencapai 14,03 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan pasokan yang terus mengalir dari berbagai sentra produksi, kondisi stok di tingkat pedagang menjadi salah satu gambaran penting mengenai ketersediaan beras di pasar. Di PIBC, salah satu pusat perdagangan beras terbesar di Jakarta, pedagang menyebut stok di toko saat ini berada pada level yang cukup tinggi.


Sumber: pertanian.go.id

Berita Terkait

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti
Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus
Kementerian ESDM dan SKK Migas Raih CNN Indonesia Awards 2026
Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026
Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana
Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026
Cancel Culture dan RANS Carnival, Bagaimana Tekanan Media Sosial Mengubah Keputusan Musisi untuk Mundur?
Pasok Hampir Separuh Pasar Dunia tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalikan Produksi Batu Bara

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:06 WIB

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti

Jumat, 6 November 2026 - 16:31 WIB

Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus

Jumat, 6 November 2026 - 12:00 WIB

Kementerian ESDM dan SKK Migas Raih CNN Indonesia Awards 2026

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp