Stabilkan Harga Cabai, Kementan Gandeng Champion Perkuat Distribusi

Avatar photo

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat koordinasi dengan Champion Cabai Indonesia untuk menstabilkan harga cabai melalui penguatan distribusi dari sentra produksi ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan. Langkah ini dilakukan seiring produksi cabai rawit nasional yang diperkirakan mencapai 133,1 ribu ton pada Oktober 2026, sehingga ketersediaan pasokan perlu diimbangi dengan distribusi yang merata.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah meminta jajaran Kementan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun langsung untuk menindaklanjuti gejolak harga cabai. Pemerintah berupaya memastikan harga di tingkat konsumen tetap terkendali tanpa mengabaikan harga yang layak bagi petani.

“ Ini harus ditindaklanjuti. Jangan sampai harga cabai, ayam di tingkat konsumen tinggi padahal tingkat produsen rendah,” ujar Mentan Amran pada Senin (5/10/2026) lalu.

Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, menjelaskan bahwa distribusi menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga, terutama ketika pasokan perlu dialihkan ke wilayah yang mengalami defisit. Oleh karena itu, Kementan mengandalkan jejaring Champion Cabai untuk mendukung stabilisasi harga dan penyaluran distribusi.

”Kita sudah koordinasi Bapanas, Kemendagri juga, dan dinas di daerah. Kita punya champion yang memiliki logistik untuk daerah defisit. Kita mengirim ke daerah-daerah defisit, seperti dari Surabaya kita kirim ke Sulawesi Utara. Yang Halmahera sekarang proses dari Malang,” terang Taufiq saat diwawancara pada Kamis (8/10/2026).

Kementan juga memperkuat koordinasi dengan petani dan Champion Cabai Indonesia untuk memperoleh informasi aktual mengenai kondisi pertanaman, jadwal panen, volume produksi, serta kebutuhan pasar di berbagai daerah.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI), Ardhi Wibowo, menyampaikan bahwa petani cabai di berbagai sentra masih menjalankan kegiatan produksi dan siap mendukung kesinambungan pasokan nasional.

“Produksi cabai tetap berjalan. Petani dan Champion Cabai di berbagai daerah terus melakukan penanaman dan panen sesuai kondisi pertanaman masing-masing. Kami siap berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menjaga ketersediaan pasokan, terutama ketika ada wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan,” ujar Ardhi.

Menurut Ardhi, jejaring Champion Cabai memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan kondisi pertanaman dan perkembangan pasar di lapangan. Komunikasi antarpelaku dapat membantu mempercepat pertukaran informasi mengenai waktu panen, volume produksi, dan perubahan harga.

“Champion Cabai bukan hanya berbicara tentang produksi. Kami juga menjadi bagian dari jejaring petani yang saling berbagi informasi mengenai pertanaman, panen, dan kebutuhan pasar. Ketika produksi tersedia, komunikasi dan distribusi juga harus berjalan dengan baik agar pasokan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan,” katanya.

Ia menambahkan, kepastian pasar menjadi kebutuhan penting bagi petani, sementara masyarakat membutuhkan pasokan cabai yang berkesinambungan. Karena itu, keseimbangan antara produksi, waktu panen, harga di tingkat petani, harga konsumen, dan kelancaran distribusi perlu terus dijaga melalui koordinasi antarpihak.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Sudi Mardianto, menegaskan upaya menjaga ketersediaan cabai nasional tidak hanya dilakukan ketika harga mengalami kenaikan. Kementan secara berkelanjutan memperkuat basis produksi melalui pengembangan kawasan, pendampingan petani, penguatan perbenihan, peningkatan produktivitas, serta pemantauan pertanaman di sentra-sentra produksi.

“Yang kita jaga bukan hanya ketersediaan cabai hari ini, tetapi juga kesinambungan produksinya. Karena itu, luas tanam, pertanaman yang sedang berjalan, dan potensi panen terus dipantau agar kita dapat mengetahui lebih awal kondisi pasokan pada periode berikutnya,” ungkapnya.

Melalui penguatan produksi dari hulu, kewaspadaan terhadap risiko iklim, pemantauan harga secara berjenjang, serta penguatan jejaring Champion Cabai, Kementan berupaya menjaga ketersediaan cabai nasional sekaligus mendorong keseimbangan harga yang menguntungkan petani dan tetap terjangkau bagi masyarakat.


Sumber: pertanian.go.id

Berita Terkait

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti
Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus
Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026
Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana
Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026
Cancel Culture dan RANS Carnival, Bagaimana Tekanan Media Sosial Mengubah Keputusan Musisi untuk Mundur?
Pasok Hampir Separuh Pasar Dunia tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalikan Produksi Batu Bara
Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Siapkan Storage Minyak hingga 60 Hari dan Bioetanol E20

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:06 WIB

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti

Jumat, 6 November 2026 - 16:31 WIB

Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana

Selasa, 3 November 2026 - 19:52 WIB

Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp