HARIANINDONESIARAYA.COM – Mengapa Danantara menjadi salah satu tumpuan pemerintah untuk mempercepat investasi nasional pada 2027?
Bagaimana pembagian peran antara APBN dan dunia usaha? Apakah kolaborasi keduanya cukup untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen?
Pemerintah mengandalkan kolaborasi Danantara dan sektor swasta untuk mengejar pertumbuhan investasi sebesar 7 persen pada 2027 sebagai penopang target pertumbuhan ekonomi nasional 6 persen.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa investasi dunia usaha menjadi faktor penting dalam mempercepat produksi, membuka lapangan kerja, dan menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Strategi tersebut disampaikan dalam Rapimnas Kadin Indonesia 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, dengan menekankan keterkaitan kebijakan fiskal dan investasi negara.
Danantara Mendapat Peran Strategis Sebagai Katalis Investasi untuk Memobilisasi Modal
Danantara diposisikan sebagai katalis untuk memobilisasi modal strategis sekaligus mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pembiayaan investasi produktif.
Kehadiran Danantara diharapkan melengkapi peran APBN dalam menciptakan fondasi ekonomi dan memperluas peluang investasi bagi dunia usaha.
“Danantara dan dunia usaha, yaitu Ibu dan Bapak sekalian akan menerjemahkannya menjadi investasi, menjadi produksi, menjadi lapangan kerja dan menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Suahasil Nazara.
Pemerintah Menggunakan APBN untuk Memperkuat Infrastruktur Perlindungan Sosial
Suahasil menjelaskan bahwa APBN berfungsi mendukung aktivitas ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, melindungi kelompok rentan, dan membangun kepercayaan pelaku usaha.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemberian insentif fiskal.
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Tumbuh 13,26 Persen, Kredit Korporasi Melaju 21,31 Persen pada September 2026
- Ekonomi Tumbuh 5,47 Persen, BPS dan Indef Ungkap Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan
- George Yeo Tambah Kepemilikan Saham Wilmar di Tengah Investigasi Karhutla, Ini Fakta Transaksi dan Regulasi Baru
Dengan kontribusi belanja APBN sekitar 15 persen terhadap PDB, pemerintah membutuhkan peningkatan konsumsi, investasi swasta, dan ekspor untuk memperkuat pertumbuhan.
Target Investasi Tujuh Persen Pada 2027 Menuntut Partisipasi Aktif Anggota Kadin
Pemerintah meminta anggota Kadin mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan investasi melalui pengembangan usaha dan kegiatan produksi.
“Karena itu, investasi memang harus tumbuh 7 persen tahun depan,” kata Suahasil ketika menjelaskan kebutuhan pertumbuhan investasi nasional.
Ia menekankan bahwa pengusaha memiliki posisi penting karena keputusan investasi dilakukan langsung oleh pelaku usaha.
Pemerintah Menargetkan Pertumbuhan Ekonomi Enam Persen Pada 2027
Dalam RAPBN 2027, pemerintah merencanakan pendapatan negara Rp3.426 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun, dengan defisit 2,40 persen terhadap PDB.
Pemerintah juga menargetkan inflasi 2,5 persen dan menggunakan asumsi nilai tukar rupiah Rp17.500 per Dolar AS dalam rancangan anggaran tersebut.
- BEI Desak 12 Emiten Buyback Saham Sebelum Delisting, Kepemilikan Investor Publik Jadi Perhatian
- Terima Rais (Kepala) Republik Tatarstan Federasi Rusia, Menko Airlangga Dorong Penguatan Investasi dan Kerja Sama Industri Indonesia-Tatarstan
- Hadiri Pelatihan Bela Negara Mahasiswa PKN STAN, Wamenkeu Nurkholisoh Titipkan Pesan Ini
Namun, realisasi investasi tetap memerlukan kepastian regulasi, likuiditas memadai, biaya pendanaan kompetitif, serta stabilitas permintaan domestik.
Sinergi APBN, Danantara, dan sektor swasta menjadi bagian penting strategi pertumbuhan ekonomi 2027, tetapi keberhasilannya tetap ditentukan oleh realisasi investasi produktif dan kemampuan menciptakan lapangan kerja.****












