Pasok Hampir Separuh Pasar Dunia tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalikan Produksi Batu Bara

Avatar photo

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Tahun lalu, Indonesia memasok hampir separuh batu bara yang diperdagangkan di dunia. Namun, harga batu bara justru jatuh ke titik terendah. Untuk membalik keadaan itu, pemerintah memilih mengendalikan produksi lewat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Hasilnya, harga naik dan pendapatan negara ikut terdongkrak.

“Jadi produksinya terkoreksi, turun, tapi pendapatannya naik. Ini baru paten. Gak dijual murah barang kita,” kata Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat membuka Mineral dan Batubara Convention – Expo (Minerba Convex) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (2/11).

Bahlil menjelaskan, konsumsi batu bara dunia mencapai sekitar 8,9 miliar ton per tahun, sementara yang diperdagangkan antarnegara sekitar 1,3 miliar ton. Pada 2025, Indonesia memasok sekitar 540 juta ton, atau menurut Bahlil setara 43 persen pasokan dunia.

Besarnya pasokan itu tidak berbanding lurus dengan keuntungan. Profit perusahaan tidak terlalu besar dan pendapatan negara tidak maksimal. Menurut Bahlil, pembukaan lahan tambang yang jorjoran membuat batu bara Indonesia akhirnya dijual murah.

Bahlil mengaku sempat membuat aturan untuk menaikkan Harga Batubara Acuan (HBA), tetapi tidak diindahkan. Pemerintah kemudian memilih menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Hasilnya, harga batu bara tahun ini bisa mencapai 154 dolar AS.

“Jangan kita mengelolanya seperti orang yang kelaparan. Jangan seperti orang yang baru puasa, tiba-tiba buka puasa, apa aja yang mau dimakan,” ujarnya.

Bahlil meminta pengusaha tidak saling mendahului. Ia memahami pengusaha selalu ingin meraih keuntungan maksimal, tetapi pembagian RKAB juga harus adil. Jumlah perusahaan yang mengajukan RKAB naik dari sekitar 500 perusahaan pada 2025 menjadi 650 perusahaan pada 2026.

Menurut Bahlil, kondisi ideal adalah produksi tinggi dengan harga bagus. Namun, ketika harga sedang turun, produksi tidak boleh digenjot secara jorjoran.

Strategi ini sejalan dengan tren penerimaan negara. Bahlil menyebut penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada 2025 berada di kisaran Rp130-135 triliun, dan per 1 Oktober 2026 telah menembus Rp141 triliun. Hingga akhir 2026, PNBP diperkirakan mencapai Rp160-165 triliun.

Melalui pengendalian produksi, pemerintah ingin memastikan batu bara Indonesia tidak lagi dijual murah, sekaligus menjaga cadangan agar tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang. (RD)


Sumber: esdm.go.id

Berita Terkait

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti
Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus
Kementerian ESDM dan SKK Migas Raih CNN Indonesia Awards 2026
Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026
Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana
Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026
Cancel Culture dan RANS Carnival, Bagaimana Tekanan Media Sosial Mengubah Keputusan Musisi untuk Mundur?
Pasokan Nikel Berlebih, Bahlil Siapkan Pengetatan RKAB untuk Jaga Harga

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:06 WIB

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti

Jumat, 6 November 2026 - 16:31 WIB

Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus

Jumat, 6 November 2026 - 12:00 WIB

Kementerian ESDM dan SKK Migas Raih CNN Indonesia Awards 2026

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp