Surat Edaran Bersama Mentan-Mendagri, Perkuat Penyuluh Pertanian

Avatar photo

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyuluh pertanian menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Karena itu, pemerintah memperkuat peran penyuluh melalui penataan kewenangan, percepatan perbaikan sarana dan prasarana, serta penguatan pengawalan program pertanian hingga ke tingkat lapangan.

Langkah tersebut diperkuat melalui penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertanian tentang Pengelolaan Sarana dan Prasarana serta Ketenagaan Penyuluhan Pertanian dalam rangka Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (12/10).

Mentan Amran mengatakan, penyuluh pertanian lapangan (PPL) merupakan ujung tombak pelaksanaan kebijakan pemerintah karena memiliki pengetahuan langsung mengenai kondisi, kebutuhan, dan persoalan yang dihadapi petani.

“PPL adalah pasukan terdepan untuk swasembada. Merekalah yang tahu kondisi di lapangan. Sehingga kita harus membuat regulasi yang membuat mereka bisa bergerak cepat. Tujuannya agar kebijakan pusat bisa dieksekusi dengan cepat,” tegas Mentan Amran.

Menurutnya, penataan kewenangan penyuluh pertanian agar berada di bawah koordinasi pemerintah pusat bertujuan memperpendek rantai birokrasi sekaligus memastikan berbagai program dan bantuan pemerintah benar-benar terlaksana di lapangan.

Mentan Amran menekankan, pengawalan penyuluh sangat penting mengingat besarnya dukungan anggaran pemerintah untuk sektor pertanian. Bantuan dari Kementerian Pertanian mencapai sekitar Rp30 triliun. Jika digabungkan dengan dukungan pembangunan irigasi dan infrastruktur pangan lainnya, total dukungan pemerintah untuk sektor pangan mencapai sekitar Rp144 triliun.

“Ini harus dikawal oleh PPL. Jangan sampai anggaran sudah disiapkan, bantuan sudah disalurkan, tetapi pelaksanaannya terhambat di lapangan,” ujarnya.

Penguatan sistem penyuluhan ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mempertahankan swasembada pangan. Mentan Amran menyampaikan bahwa target swasembada beras yang semula diarahkan dalam empat tahun berhasil dicapai dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia optimistis capaian tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan hingga akhir 2026, didukung oleh ketersediaan stok pangan nasional yang masih kuat.

Selain memperkuat kelembagaan dan ketenagaan, Kementan juga mempercepat perbaikan sarana dan prasarana penyuluhan pertanian yang mengalami kerusakan di berbagai daerah.

Mentan Amran mengungkapkan, masih terdapat kantor penyuluh yang kondisinya memprihatinkan, mulai dari atap bocor hingga bangunan yang rusak dan tidak memadai untuk mendukung aktivitas penyuluh.

Melalui kesepahaman bersama dengan Mendagri, perbaikan sarana dan prasarana tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi antara Kementan, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.

Untuk mempercepat pelaksanaan, Kementan melakukan refocusing anggaran tahun ini agar kantor-kantor penyuluh yang mengalami kerusakan berat dapat segera diperbaiki. Perbaikan ditargetkan mulai dituntaskan dalam waktu dekat, dengan harapan seluruh kebutuhan pembenahan dapat diselesaikan secara bertahap hingga tahun depan.

“Untuk sementara, kami langsung refocusing anggaran tahun ini. Kalau bisa dua bulan selesai, yang rusak berat kita perbaiki. Kemudian, insyaallah tahun depan sudah selesai semua. Ini untuk tempatnya PPL bernaung,” kata Mentan Amran.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai kesepahaman tersebut penting untuk mengatasi hambatan birokrasi yang selama ini dapat memperlambat pelaksanaan program pertanian di daerah.

Menurut Tito, penyuluh pertanian selama ini berada dalam jalur koordinasi dinas pertanian kabupaten/kota, sehingga pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat dapat menghadapi kendala apabila perhatian dan dukungan pemerintah daerah belum optimal.

Ia mencontohkan penyaluran anggaran hampir Rp900 miliar untuk penanganan dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan evaluasi yang disampaikannya, realisasi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah mencapai sekitar 70–80 persen, sedangkan di Aceh masih berkisar 50–60 persen.

Tito menegaskan, pemerintah perlu memastikan dukungan anggaran dan kebijakan pusat dapat diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk petani terdampak bencana


Sumber: pertanian.go.id

Berita Terkait

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti
Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus
Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026
Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana
Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026
Cancel Culture dan RANS Carnival, Bagaimana Tekanan Media Sosial Mengubah Keputusan Musisi untuk Mundur?
Perkuat Ketahanan Energi, Pemerintah Siapkan Storage Minyak hingga 60 Hari dan Bioetanol E20
HBA November Turun Tipis, Harga Batu Bara Kalori Rendah Justru Naik

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:06 WIB

KPK Dalami Perkara Dugaan Suap HGB Bela Parahiyangan, Ini Jejak Bisnis Keluarga Lyman di Sektor Properti

Jumat, 6 November 2026 - 16:31 WIB

Kementerian ESDM Serahkan 137 Hektare Lahan Eks Tambang kepada Kemhan untuk Dukung Kopassus

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Kementerian ESDM Raih Peringkat Kedua Anugerah Reksa Bandha 2026

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Tutup Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba Beri 42 Apresiasi untuk Badan Usaha dan Tim ESDM Siaga Bencana

Selasa, 3 November 2026 - 19:52 WIB

Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp